Syahrozad, Santri Pencipta Robot Pendeteksi COVID yang Punya Sederet Prestasi

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Senin, 11 Okt 2021 19:30 WIB
Syahrozad, Santri Pencipta Robot Deteksi COVID
Foto: Dok. Kemenag/Mengenal Syahrozad, Santri Pencipta Robot Pendeteksi COVID yang Punya Sederet Prestasi
Jakarta - Syahrozad Zalfa Nadia, santri berprestasi asal Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Mojokerto berhasil menciptakan robot untuk melakukan deteksi dini penyebaran COVID-19 di pesantrennya. Bersama temannya, Muhammad Qaishar Fathin, ia berhasil merancang robot yang dinamakan Amanum Cordet atau Amanatul Ummah Corona Detected.

Robot rancangan kedua santri tersebut menggunakan tiga buah sensor IR. Satu sensor untuk mendeteksi suhu tubuh. Kemudian, sensor lainnya untuk mendeteksi masuk dan keluarnya warga pesantren.

Menurut penuturan Syahrozad, robotnya berbentuk LCD monitor sebagai penunjuk informasi visual. Dilengkapi dengan speaker sebagai output suara untuk memperjelas informasi kerja alat ini.

"Amanum Cordet menggunakan sistem berbasis IOT, dengan jaringan internet sebagai metode aksesnya. Dalam dapur pacunya, Amanum Cordet menggunakan Raspberry Pi 3 sebagai microcontroller," imbuh Syahrozad, dikutip dari laman Kemenag, Senin (11/10/2021).

Syahrozad juga menjelaskan cara kerja robot rancangannya tersebut. Nantinya, santri yang hendak masuk ke wilayah pesantren akan berdiri di titik pengukuran robot. Titik ini terletak di pintu masuk pesantren. Sensor robot secara otomatis akan mengukur suhu tubuh dengan standar suhu normal 37,5°C.

"Apabila suhu pengunjung terdeteksi di bawah 37,5°C dan kapasitas pengunjung masih tersedia, pintu akan secara otomatis terbuka dengan terlebih dahulu hand sanitizer menyemprot secara otomatis," kata Syahrozad.

Senada dengan itu, rekan Syahrozad, Qaushar ikut menambahkan bahwa robot ini bisa digunakan untuk mendeteksi dini gejala COVID-19 di lingkungan pesantren.

Bahkan, menurut Qaushar, robot rancangannya mampu memberikan informasi jumlah kasus positif, kasus negatif, keadaan zona terkini, hingga data warga pesantren yang telah divaksin 1 dan vaksin 2.

Ia pun berharap prototype rancangan mereka dapat digunakan secara permanen dan massal. Tidak hanya di pesantren, tetapi juga lingkungan RT, RW, kelurahan, perkantoran, gelanggang olahraga, dan fasilitas umum lainnya.

Pembina robotik MBI Amanatul Ummah Hadi Prasetyo juga ikut angkat bicara mengenai prestasi yang ditorehkan oleh santrinya tersebut. Ia membeberkan bahwa Syahrozad memang sudah memiliki banyak prestasi di bidang robotik.

"Banyaknya prestasi yang diraih Syahrozad, karena kecintaan dirinya pada dunia robotik," kata Hadi.

Menurut penuturannya, beberapa prestasi yang diraih Syahrozad di bidang robotik di antaranya sebagai berikut,

  • Medali Emas Madrasah robotic Competition Kategori Amphibious Solar Vehicle
  • Juara 2 Wonderful Indonesia Robot Challenge Kategori robot Sumo
  • Medali Emas Asian robotic Day kategori Amphibious Solar Vehicle
  • Best Design Petrosains RBTX Challenge Malaysia Kategori ASV
  • Medali Emas International Islamic School Robot Olympiad, Jepang, kategori Maze Solving
  • Medali Emas International Youth Robot Competition, Korea Selatan, kategori Coding Mission
  • Medali Emas Asean Youth Robot Olympiad, Malaysia Kategori Maze Solving
  • Medali Emas Asean Robot Challenge, Malaysia Kategori Maze Solving
  • Medali Emas Indonesian Robot Festival, kategori Steam Mission
  • Medali Emas Kontes Robot Nasional, Kategori Kinder Mission

Sebagai penutup, Hadi mengungkapkan bahwa robot rancangan Syahrozad dan Qaushar memiliki tujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga pesantren.

"Dengan menggunakan sistem sensor tersebut, Amanum Cordet juga dapat berfungsi mengurangi risiko petugas atau penjaga portal pesantren dalam terpapar virus COVID-19," tutupnya.

Simak Video "100 Santri Ponpes di Ciamis Dapatkan Vaksinasi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia