11 Aplikasi yang Ini Bisa Dipakai Siswa untuk Akses PeduliLindungi, Cek di Sini Ya!

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 29 Sep 2021 14:15 WIB
7 Manfaat Aplikasi PeduliLindungi, Bisa Apa Saja?
Foto: Dok.detikcom/11 Aplikasi yang Ini Bisa Dipakai Siswa untuk Akses PeduliLindungi, Cek di Sini Ya!
Jakarta - Apa detikers juga sulit mengunduh PeduliLindungi gara-gara memori ponsel penuh? Kendala seperti ini memang kerap dialami sebagian dari masyarakat.

Namun, mulai Oktober mendatang Kementerian Kesehatan akan bekerja sama agar PeduliLindungi bisa diakses melalui aplikasi lain. Melansir situs Sehat Negeriku yang dikelola Kemenkes RI, Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji menyatakan saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai platform digital.

Sehingga nantinya, masyarakat tak harus memakai aplikasi PeduliLIndungi, namun bisa tetap menggunakan fitur-fitur PeduliLindungi pada aplikasi kerja sama ini.

"Ini akan launching di bulan Oktober ini. Ada proses dimana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang. Jadi aplikasi yang paling banyak digunakan itu kan seperti ada Gojek, Grab, Tokopedia dan lain sebagainya. Itu bisa digunakan untuk bisa masuk ke berbagai macam fitur yang ada di PeduliLindungi," jelas Setiaji dalam diskusi virtual, Jumat (24/09/2021) seperti dikutip dari Sehat Negeriku.

Apa saja aplikasi yang dapat digunakan untuk mengakses PeduliLindungi? Berikut ini daftarnya, mengutip dari CNN Indonesia.

11 Aplikasi untuk Akses PeduliLindungi

1. Gojek

2. Grab

3. Tokopedia

4. Tiket.com

5. DANA

6. Livin' by Mandiri

7. Traveloka

8. CInema XXI

9. LinkAja!

10. GOERS

11. JAKI.

Bagaimana dengan yang tidak punya ponsel pintar?

Dikatakan dalam laman Sehat Negeriku, Setiaji menyampaikan bahwa bagi yang akan melakukan perjalanan dengan pesawat atau kereta, tapi tidak punya ponsel pintar, status hasil tes swab PCR atau antigen dan sertifikat vaksin tetap bisa teridentifikasi. Status ini bisa dilihat melalui nomor NIK saat membeli tiket.

"Sudah kami berlakukan di bandara, misalnya di bandara itu bahkan di tiket sudah kita integrasikan. Kalau naik kereta api itu sudah tervalidasi pada saat pesan tiket, sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen)," terang Setiaji.

Bagaimana dengan tempat yang tidak terintegrasi PeduliLindungi?

Bagi tempat yang tidak terintegrasi aplikasi PeduliLindungi, maka masyarakat dapat memeriksa secara mandiri melalui aplikasi tersebut. Dengan cara memasukkan NIK, maka akan muncul status apakah yang bersangkutan layak atau tidak memasuki tempat yang didatanginya.

Setiaji menjelaskan, "Di PeduliLindungi itu sudah ada fitur untuk self check. Jadi sebelum berangkat orang-orang bisa menggunakan self-check terhadap dirinya sendiri."

Aplikasi PeduliLindungi berkaitan dengan hasil tes, tracing kontak erat, telemedicine, dan akan diintegrasikan juga dengan sistem karantina.

Kemenkes mencatat, kini pengakses PeduliLindungi telah mendekati angka 9 juta, dengan 48 juta kali unduhan, dan sekitar 55 juta pengguna bulanan.

Simak Video "Kemenkes Luncurkan Chatbot WhatsApp PeduliLindungi"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia