Siswa, Mengapa Sering Muncul Rasa Mager Saat Hujan? Ini Alasannya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 16 Sep 2021 13:00 WIB
Young man resting on the floor whit a book on his face while enjoying the sun coming through the window. Concept of stay at home, freedom, boredom...
Foto: iStockphoto/chee gin tan
Jakarta - Akhir-akhir ini beberapa wilayah di Indonesia sudah mulai diguyur hujan, mulai dari hujan ringan hingga lebat. Biasanya kalau hujan mulai turun, mengapa sering muncul perasaan malas gerak (mager) tiba-tiba?


"Kalau hujan itu bawaannya rileks. Untuk rileks itu perlu suhu yang sejuk, selain itu ada white noise seperti suara air mengalir, suara ombak. Nah karena bikin rileks makanya mager lah," kata praktisi tidur, dr Andreas Prasadja, seperti dikutip detikEdu dari laman detikHealth, Rabu (15/9).


Penyebab Mager


Menurut dr Ade, penyebab mager saat hujan juga dipengaruhi oleh cahaya. Hal ini berhubungan dengan irama biologis tubuh yang sangat bergantung dari cahaya.


"Kalau cahaya terang maka badan rasanya ingin beraktivitas terus. Berbeda hal dengan ketika suasananya kurang sinar matahari, jam biologis akan membaca kalau oh ini bukan waktu yang aktif. Tapi bukan berarti pas gelap orangnya jadi tidur atau apa. Nggak bakal ketiduran kalau jam tidurnya sehat," tuturnya.


Sementara itu, hal serupa tentang penyebab mager muncul saat hujan juga diungkapkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat melalui instagramnya @disdikjabar.


Penyebab mager muncul yakni saat tidak adanya cahaya matahari di mana produksi hormon melatonin dalam tubuh meningkat.


Hormon melatonin ini adalah pengontrol siklus tidur manusia yang mengakibatkan seseorang merasa mager dan ngantuk saat hujan.


Munculnya rasa galau


Selain perasaan mager, seringkali ketika hujan turun dibarengi dengan perasaan galau serta lapar yang datang tiba-tiba.


Perasaan galau ini berkaitan dengan produksi hormon serotonin yang berfungsi sebagai pengatur mood manusia. Secara umum, salah satu penghasil hormon ini adalah sinar matahari.


Oleh karena itu, ketika hujan turun, otomatis cahaya matahari berkurang bahkan menghilang. Hal ini berdampak pada penurunan serotonin yang menyebabkan perasaan sedih atau galau.


Biasanya rasa galau yang datang setiap orang berbeda-beda. Namun, biasanya pada suasana yang sendu, perasaan galau sering mengarahkan kepada hal-hal percintaan, keluarga, ataupun karier.


Merasa lapar


Entah memang belum makan atau bagaimana, namun saat hujan turun terlebih dibarengi dengan suhu dingin, perasaan lapar seketika menyerang.


Hal ini disebabkan saat di suhu dingin, tubuh mengeluarkan energi panas secara alami (non shivering thermogenesis) agar terhindar dari hipotermia. Jadi semakin dingin udara, semakin banyak pula energi yang dikeluarkan untuk bertahan.


Dengan adanya hormon ghrelin ini, tubuh akan meningkatkan rasa lapar sebagai pengganti energi yang terbuang di kala hujan.



Simak Video "Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia