Mahasiswa Unsoed Ciptakan Pengharum Ruangan dari Limbah Minyak

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 24 Agu 2021 09:30 WIB
Memanfaatkan limbah minyak menjadi pengharum ruangan
Foto: Screenshoot
Jakarta - Empat mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berhasil memanfaatkan limbah minyak sayur menjadi produk pengharum ruangan yang ramah lingkungan. Aroma wanginya diciptakan menggunakan aroma rempah-rempah sebagai salah satu langkah pemanfaatan rempah lokal di Indonesia.


Keempat mahasiswa yang dimaksud adalah Lusi Isnaeni, Amelya Kinanti Pratomo, Rafriansyah Al Ihza dan Hanzallah Albara dari program studi D3-Perencanaan Sumberdaya Lahan. Mereka tergabung dalam tim untuk program kreatif mahasiswa kewirausahaan (PKM-K).


Lusi Isnaeni mengatakan bahwa program ini memiliki tujuan untuk membantu anak muda yang memiliki antusias pada isu lingkungan agar dapat berkembang melalui support biaya pendidikan, meningkatkan kemampuan melalui program kreatif mahasiswa kewirausahaan dengan internship dan self development.


"Selain itu, program semacam ini juga bisa membentuk karakter cinta lingkungan agar dapat menjadi aktivis muda lingkungan yang menyebarluaskan virus cinta lingkungan," kata Lusi seperti dikutip detikEdu dari laman resmi Unsoed (23/08).


Ide pembuatan dari limbah tersebut tercipta karena minyak goreng sisa memasak atau yang dikenal dengan minyak jelantah belum mendapat perhatian khusus dari masyarakat.


Perilaku penggunaan minyak goreng di masyarakat yang memiliki kecenderungan untuk dihabiskan dengan cara memakainya berulang kali atau menyisakan minyak yang sudah tidak layak pakai untuk dibuang ke saluran air atau pekarangan.


"Hal ini dapat menimbulkan dampak negatif untuk kesehatan dan lingkungan karena minyak yang dipakai berulang kali dapat berpotensi untuk menimbulkan penyakit kanker dan penyempitan pembuluh darah yang dapat memicu penyakit jantung koroner, stroke, serta hipertensi," terangnya lebih lanjut.


Tak hanya menimbulkan penyakit, Lusi juga menambahkan, menyisakan minyak jelantah untuk dibuang ke saluran air atau ke pekarangan juga dapat menimbulkan pencemaran air dan rusaknya kesuburan tanah.


Oleh karena itu, menurutnya perlu upaya pemanfaatan limbah jelantah produk yang memberikan nilai ekonomis.


"Minyak jelantah yang pada dasarnya merupakan limbah minyak goreng yang dapat dimanfaatkan untuk produk non pangan dimana minyak jelantah tersebut memiliki potensi pasar yang besar yakni dengan dibuat pengharum ruangan," papar mahasiswa prodi Perencanaan Sumberdaya Lahan Unsoed.


Keberlimpahan minyak jelantah yang hampir ada di setiap rumah tangga dan juga pedagang atau industri makanan ini menjadi potensi sumberdaya yang tinggi bagi usaha pengharum ruangan dari limbah jelantah.


Sementara itu, Ir. Purwandaru Widyasunu, MSc.Agr. selaku dosen pembimbing berharap ide-ide kreatif yang dikembangkan dapat menginspirasi generasi muda untuk selalu berkarya dan berprestasi.


Kondisi yang saat ini serba dibatasi tidak menurunkan semangat dan tekad mereka untuk berkarya dan berprestasi. Di mana berhasil menciptakan produk dari limbah rumah tangga yaitu limbah minyak sayur menjadi pengharum ruangan ramah lingkungan ini dari rumah masing-masing.


"Pembuatan produk ini dilakukan di tiga tempat yaitu di Purwokerto, Indramayu dan Bekasi. Kegiatan pembuatan produk pengharum ruangan yang berbahan dasar limbah minyak sayur menjadi pengharum ruangan dimulai sejak bulan juni tahun 2021," ujarnya.


Dengan kerja sama tim yang baik, hingga saat ini produk ciptaan Lusi dan kawan-kawan telah sukses dipasarkan melalui Cash On Delivery (COD) di Wilayah Purwokerto dan memanfaatkan jejaring sosial dari e-commerce seperti Shopee, Facebook, Instagram dan WhatsApp.


Untuk harga jual, produk pengharum ruangan ini memiliki harga yang terjangkau untuk semua kalangan yakni Rp. 12.000,- untuk 1 produk.


Tentu hal ini menjadi nilai plus mengingat dengan harga murah, masyarakat sudah bisa memiliki pengharum ruangan dengan aroma rempah-rempah lokal Indonesia ciptaan tim mahasiswa Unsoed. Selain itu, masyarakat juga turut menjaga lingkungan karena telah memakai produk dari limbah minyak sayur.

Simak Video "Unsoed Beri Gelar Profesor Kehormatan ke Jaksa Agung ST Burhanuddin "
[Gambas:Video 20detik]
(faz/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia