Mantul Nih! Lulusan SMK Raup Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Kuliner

Rahma I Harbani - detikEdu
Kamis, 29 Jul 2021 18:30 WIB
lulusan smk
Foto: Dok. Vokasi Kemdikbudristek
Jakarta - Tiada hasil yang mengkhianati usaha. Kalimat tersebut pantas disematkan untuk kisah Taufiq Hidayat, seorang lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang berhasil membuka bisnis toko dessert olahan keju sendiri. Bahkan bisnis tersebut meraup omzet hingga ratusan juta per bulan.

Kisah suksesnya ini bermula dari program pendidikan yang ditempuhnya saat di SMKN 3 Bandung. Taufiq mengambil program keahlian multimedia. Ia pun mengakui bahwa latar belakang pendidikannya tersebut menjadi penyokong utama dalam melahirkan bisnisnya sekarang, Bandung Cheesecuit.

Sejak tahun 2017, Taufiq memiliki visi menjadikan bisnisnya sebagai toko dessert olahan keju terfavorit di Bandung. Nama tokonya yakni Bandung Cheesecuit.

Tentunya, untuk mencapai semua itu diperlukan produk yang menarik dan memiliki ciri khas tertentu, salah satunya melalui branding.

"Saya berupaya untuk melakukan branding dengan ciri khas olahan keju sebagai salah satu strategi komunikasi kepada pelanggan," ujar Taufiq, dikutip dari laman resmi Vokasi Kemendikbud, Kamis (29/7/2021).

Berbekal dengan ilmu yang didapat selama sekolah, ia membuat inovasi produk makanan yang dianalisis melalui internet. Bahkan, Taufiq juga membuat foto produk yang menarik hingga strategi pemasaran melalui berbagai platform digital, seperti memasang iklan di media sosial, misalnya.

"Seperti awal mula membuat inovasi produk makanan yang dianalisis lewat internet. Kemudian membuat foto produk yang menarik, membuat logo dan kemasan yang menarik, membuat flyer, memasarkan produk secara digital, dan mengolah produk organik menjadi konsumsi digital yang menarik. Tentunya masih banyak lagi ilmu multimedia yang pasti akan terus kita pakai dalam mengelola usaha ini," papar lulusan SMK ini.

Selain berfokus pada pemasaran digital, Taufiq juga melakukan berbagai upaya perencanaan yang matang untuk mengembangkan bisnisnya. Seperti menganalisis target pasar, mencari inovasi produk, membuat resep original, memperkenalkan produk, berjualan secara daring, hingga membuka toko offline.

Taufiq mengatakan, bisnisnya tidak selamanya berjalan mulus. Salah satu masalah yang ditemuinya adalah memperkuat branding saat pesaing mulai bermunculan.

"Saya pernah menjalankan usaha di bidang fotografi wedding service sambil kuliah. Belajar dari pengalaman tersebut, saya bisa mengatasi apa yang menjadi hambatan dalam mengembangkan bisnis," ungkap Taufiq.

Segala proses dan permasalahan yang ditemuinya seakan membuahkan hasil yang manis. Diakui Taufiq, kini bisnisnya sudah memiliki dua cabang toko di wilayah Bandung, yakni di Central Kitchen dan Jalan Lodaya, Bandung. Artinya, sudah ada tiga outlet yang siap menjajakan Bandung Cheesecuit.

Bahkan, Taufiq mengaku sempat meraih keuntungan hingga Rp 150 juta per bulan untuk satu cabang outletnya tersebut.

"Omzet tertinggi yang pernah dicapai kurang lebih Rp 150 juta per bulan dari 1 cabang outlet. Biasanya bisa dicapai sebelum dan sesudah Lebaran Idul Fitri," sambung Taufiq.

Sebagai penutup, lulusan SMK di Bandung ini membagikan saran bagi yang tengah merintis sebuah bisnis. Menurutnya, dalam mengerjakan apapun jangan lupa untuk berikhtiar dan terus melakukan amalan kebaikan.

"Jangan kejar hidup enak, tapi lupa mati tenang. Maksudnya dalam menggeluti apapun, termasuk menjalankan usaha, kita harus mencontoh Nabi Muhammad SAW, yaitu berikhtiar, menyayangi dan menghormati orang tua, rajin menunaikan zakat, senang bersedekah, serta menjauhi riba agar segala jalan dipermudah," tutup dia.



Simak Video "Cerita Inspiratif Fanboy yang Berhasil Raup Cuan Gara-gara K-Pop"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia