Dosen Unnes yang Viral di Tiktok Bagi Tips untuk Para Pejuang Skripsi

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 06 Jul 2021 20:30 WIB
Logo TikTok
Dosen yang viral di Tiktok bagi tips skripsi Foto: (Aisyah Kamaliah/detikcom)
Jakarta - Seorang dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) baru-baru ini viral di Tiktok. Pemilik akun Tiktok @hendi.motivasi bernama Hendi Pratama itu ternyata Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama Unnes.

Empat hari lalu Hendi mengunggah sebuah video yang kini sudah ditonton hingga 1,7 juta pemirsa serta disukai 170 ribu orang. Dosen ini juga dikenal sebagai salah satu komika di kota Semarang.

"Sebenarnya masih ada yang perlu direvisi. tapi setelah saya pikir-pikir lagi, mending saya dorong untuk lulus agar dapat segera mencari kerja dan membantu keluarga," ujar Hendi dalam video viralnya.

Dalam keterangan tertulis yang diterima detikEdu, Selasa (06/07/2021), Hendi mengatakan bahwa video tersebut berangkat dari kegelisahannya atas belum harmonisnya bimbingan skripsi antara dosen dan mahasiswa selama ini. Apalagi, di kondisi pandemi keduanya tak dapat bertemu.

"Padahal orang Inggris bilang, it takes two to tango (berdansa harus dua orang). Begitu pula skripsi. Melalui video yang viral ini, saya ingin menyampaikan bahwa skripsi harusnya menjadi ruang kolaborasi, dosen dan mahasiswa sama-sama proaktif, " katanya dalam sebuah Talkshow Komunitas SEVIMA, Selasa (6/7/2021).

"Semoga pesan ini sampai kepada para pemirsa Tiktok yang kebanyakan juga para mahasiswa milenial."

Selain pesan tersebut, Hendi yang juga dosen pendidikan bahasa Inggris Unnes ini memberikan beberapa tips sukses untuk pejuang skripsi di masa pandemi. Ini di antaranya:

1. Pahami bahwa skripsi adalah miniatur kehidupan

Menurutnya, mengalami kesulitan merupakan hal yang wajar. Oleh karena itu, Hendi mengatakan bahwa kesulitan dan tantangan saat skripsi juga dapat dialami dalam kehidupan.

"Anggap saja skripsi adalah miniatur kehidupan. Artinya jika berhasil melewati skripsi ini maka akan berhasil dalam kehidupan. Masalah ada mahasiswa yang cepat dan ada yang lambat, ya itu bagian dari miniatur kehidupan. Yang penting yakin dan terus lakukan, karena Allah telah berfirman, dibalik setiap kesulitan pasti ada kemudahan," tuturnya.

2. Jangan depresi

Bagi dosen Unnes tersebut, depresi saat skripsi juga bisa menyebabkan depresi dalam kehidupan. Dirinya menganjurkan untuk tidak mengurung diri dan membuat diri sendiri menjadi depresi ketika mengerjakan skripsi.

Ia menegaskan, "Kalau mengalami sebuah kesulitan, jangan sampai kamu terus bersedih dan mengalami depresi. Jadikan skripsi ini sebagai proses pembelajaran dalam hidup."

3. Cari ilmu di lapangan

Alumnus S-2 Universitas Queensland Australia dan S-3 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu menyarankan pada para mahasiswa untuk mengambil data di lapangan agar penelitian yang dilakukan makin akurat.

"Mahasiswa harus ambil data di lapangan dan interaksi dengan orang yang lebih pengalaman. Jangan hanya teori, tapi praktekkan. Misal, belajar bahasa Inggris bisa telepon call center di Amerika atau India. Nah disitu bisa langsung dipraktekan, tanpa perlu keluar rumah karena pandemi," jelasnya.

4. Cari ilmu di internet

Ketika mengakses data di internet, Hendi berpesan untuk menyaring sumber yang kredibel dan tidak. Selain itu, menurutnya mahasiswa juga dapat menjelajahi kanal publikasi dan pembelajaran.

"Sebenarnya kita tahu, semua sumber di internet itu ada. Cuman harus hati-hati pilih mana yang kredibel dan tidak. Untuk cari yang kredibel bisa dikonsultasikan dengan dosen pembimbing," tambahnya.

5. Jadilah mahasiswa proaktif

Demi kemudahan, Hendi mengingatkan agar mahasiswa bersikap proaktif saat menghubungi dosen. Sebaliknya juga, dosen pun harus bersikap yang sama guna membantu mahasiswanya.

Dirinya menyebutkan, "Skripsi harusnya menjadi ruang kolaborasi, dosen dan mahasiswa sama-sama proaktif."

Dosen viral asal Unnes tersebut juga menyatakan bahwa melalui skripsi, mahasiswa dapat belajar menghadapi kerasnya hidup. Semoga bermanfaat, detikers!



Simak Video "Bimbingan Skripsi, Oknum Dosen di Gowa Minta-minta Bunga Mahal"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia