Asrama IPB 'Disulap' Jadi Kamar Isolasi Mandiri Pasien COVID-19

Rahma Harbani - detikEdu
Selasa, 06 Jul 2021 11:01 WIB
Asrama IPB Disulap Jadi Kamar Isolasi Mandiri Pasien COVID-19
Foto: Dok. IPB/Asrama IPB 'Disulap' Jadi Kamar Isolasi Mandiri Pasien COVID-19
Jakarta - Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor mengatasi kasus positif COVID-19 melalui penyediaan asrama mahasiswa sebagai kamar isolasi mandiri. Tercatat, sebanyak 184 kamar tidur dari asrama mahasiswa IPB siap digunakan untuk pasien tanpa gejala hingga bergejala ringan.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University yang juga Pelaksana Harian (Plh) Rektor IPB University Dr Drajat Martianto menyebutkan hal ini sebagai bentuk kepedulian IPB terhadap masalah di Bogor. Selain itu, hal ini merupakan wujud komitmen IPB bermitra dengan pemerintah serta masyarakat.

"Saya kira ini merupakan bentuk kemitraan yang memang harusnya terjadi, pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat bisa bersatu padu, terutama di masa pandemi COVID-19. Ini komitmen yang dimiliki IPB University," tutur Drajat dalam keterangan tertulisnya pada wartawan, Selasa (6/7/2021).

Lebih lanjut, IPB memang memiliki fasilitas asrama yang bisa digunakan untuk membantu mahasiswa IPB maupun masyarakat Kota Bogor. Tentunya pengelolaan pusat isolasi mandiri ini di bawah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Salah satu asrama mahasiswa yang digunakan untuk isolasi mandiri adalah asrama A5 dengan total 94 kamar atau 188 kasur tersedia. Satu kamar asrama A5 ini dapat diisi maksimal oleh dua orang berikut kamar mandinya di dalam kamar masing-masing. Asrama ini sudah mulai digunakan sejak Senin (5/7/2021) kemarin.

Selain asrama A5, kata Drajat, IPB juga memiliki cadangan asrama yang siap ditempati jika masih diperlukan. Asrama yang disiapkan adalah asrama A4 dengan kapasitas lebih dari 200 kasur.

Namun, jika masih dibutuhkan lagi, Asrama Internasional IPB siap digunakan untuk pasien yang memiliki gejala ringan sampai sedang.

"Harapannya nanti (Asrama Internasional) tidak digunakan karena pandemi dapat segera berakhir, tetapi kalau kondisinya adalah darurat, maka kemungkinan kita memerlukan itu," ujar Drajat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr Sri Nowo Retno menambahkan fasilitas di pusat isolasi IPB disiapkan untuk pasien COVID-19 yang tidak bergejala sampai bergejala ringan, dengan catatan tidak memiliki penyakit komorbid. Fasilitas isolasi ini akan ditangani oleh empat dokter dan delapan tenaga kesehatan.

Pasien yang dapat memanfaatkan fasilitas isolasi mandiri ini adalah mereka yang direkomendasikan oleh Puskesmas dan Poliklinik IPB University untuk mendapat bantuan dari Dinas Kesehatan Kota Bogor.

"Diharapkan pasien bisa melayani diri sendiri. Pasien juga dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari seperti bekerja, atau belajar di samping juga berolahraga secara rutin," sambung dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memberikan apresiasi pada IPB University yang telah membantu dalam penekanan penyebaran COVID-19, terutama di Kota Bogor. Namun, fasilitas ini terbuka untuk seluruh masyarakat sekitar Kota Bogor juga dan tidak hanya terbatas bagi warga Kota Bogor saja.

"Penggunaan fasilitas ini tidak 100% untuk warga Kota Bogor, namun bisa digunakan juga oleh masyarakat sekitarnya (kabupaten) termasuk mahasiswa IPB University yang berasal dari berbagai daerah, sepanjang mengikuti prosedur yang ditetapkan Dinas Kesehatan Kota Bogor," bunyi keterangan tertulis dari Dedie.

Terkait biaya operasional, Dedie menyebut seluruh biaya fasilitas isolasi mandiri di IPB ini tidak dipungut biaya karena akan ditanggung oleh pemerintah Kota Bogor.

Simak Video "Pakar Pulmonologi Sebut Sistem Isolasi Mandiri di RI Masih Bermasalah"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia