Nadiem Makarim: Indonesia Masih Butuh Lebih dari 1 Juta Guru ASN

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 05 Jul 2021 14:35 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim
Foto: Istimewa/Nadiem Makarim: Indonesia Masih Butuh Lebih dari 1 Juta Guru ASN
Jakarta - Mendikbudristek Nadiem Makarim menyebutkan bahwa dengan standar kurikulum yang berlaku sekarang, Indonesia membutuhkan lebih dari 2,2 juta guru. Hal ini ia sampaikan dalam sambutan Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian Tahun 2021, Kamis (01/07/2021).

Mengutip dari laman Kemendikbud, Nadiem juga mengatakan saat inidi lapangan hanya tersedia 1,3 juta guru aparatur sipil negara (ASN) yang terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS). Serta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

"Sehingga, kita masih kekurangan sekitar 900 ribu guru ASN di sekolah negeri, bahkan jika memperhitungkan jumlah guru ASN yang pensiun tahun ini, kita membutuhkan lebih dari 1 juta guru," imbuhnya.

Untuk itu, rekrutmen guru ASN dengan PPPK tahun 2021 dibuka sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PANRB nomor 28 tahun 2021.

"Dengan adanya program ini, pemerintah membantu bapak/ibu guru honorer yang telah mengabdi di sekolahnya selama bertahun-tahun dan sudah melewati batas usia persyaratan ujian seleksi CPNS," kata Nadiem. https://www.detik.com/tag/nadiem-makarim

Dirinya juga menyampaikan beberapa tujuan rekrutmen guru PPPK. Pertama, yakni menjamin kesejahteraan ekonomi guru melalui perubahan status honorer ke ASN PPPK.

Kedua, perubahan status tersebut diharapkan mendorong lebih banyak guru yang mengikuti program-program peningkatan kompetensi dan sertifikasi. Ketiga, rekrutmen ASN PPPK merupakan alternatif rekrutmen.

"Berdasarkan Dapodik (data pokok pendidikan) tahun 2020, sebanyak 59 persen guru honorer di sekolah negeri telah berusia lebih dari 35 tahun, sehingga tidak bisa lagi mengikuti ujian seleksi CPNS (calon pegawai negeri sipil)," jelasnya.

Mantan Bos Go-Jek ini juga menjelaskan bahwa seleksi ini akan dilakukan tiga kali, yakni di bulan Agustus, Oktober, dan Desember. "Sehingga pendaftar memiliki tiga kali kesempatan untuk mencoba," tuturnya.

Demi mengikuti seleksi tersebut, para peserta dapat mengakses materi persiapannya di kanal Guru Belajar dan Berbagi.

Merujuk pada UU nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, seorang guru profesional wajib minimal lulusan S1 atau D4, memiliki sertifikasi pendidik, dan menerima pengembangan profesi dan kompetensi sesuai bidang.

Informasi mengenai formasi dan pengadaan PPPK untuk jabatan fungsional guru di instansi daerah dibuka mulai awal Juli 2021. Pendaftaran ini dibuka selama satu bulan untuk guru honorer sekolah negeri, guru non PNS sekolah swasta, pegawai honorer K-2, serta lulusan pendidikan guru yang punya sertifikat pendidik.

Selain dapat menyimak informasinya di sscasn.go.id, peserta juga bisa melihatnya di gurupppk.kemdikbud.go.id.

Nadiem Makarim berharap agar program rekrutmen guru bisa mengatasi kekurangan yang ada saat ini.

"Besar harapan kami agar program ini dapat mengatasi tantangan kurangnya ketersediaan guru profesional. Selain itu, sejalan dengan semangat Merdeka Belajar, kami juga berharap program ini dapat meningkatkan jaminan kesejahteraan Ibu dan Bapak guru, garda depan pendidikan dan masa depan Indonesia," tutup dia.

Simak Video "Observasi PTM, Mendikbud Nadiem Makarim Kunjungi Sekolah di Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia