Hebat! Mahasiswa ITS Kembangkan Alat Pendeteksi Produk Babi dari Serat Optik

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 11 Jun 2021 12:30 WIB
Alasan daging babi haram
Foto: iStock/YouTube Daud Kim/Hebat! Mahasiswa ITS Kembangkan Alat Pendeteksi Produk Babi dari Serat Optik
Jakarta - Laboratorium Rekayasa Fotonika di ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) berhasil mengembangkan sensor serat optik pendeteksi produk babi. Melansir laman resmi ITS, penelitian ini dilakukan dan dikembangkan oleh mahasiswa asisten penelitian Ika Puspita dan timnya, serta disampaikannya dalam webinar laboratorium Departemen Teknik Fisika ITS.

Tujuan Ika meneliti sensor serat optik tersebut adalah untuk memfasilitasi kebutuhan umat muslim dalam mengkonsumsi produk halal. Menurut Ika, sensor serat optik mampu bekerja lebih cepat dan akurat dibandingkan sensor pendeteksi lain.

Selain kecepatan dan akurasi yang lebih tajam, sensor serat optik juga diklaim Ika lebih unggul dalam biaya produksi yang lebih murah, lebih tahan interferensi elektromagnetik, tidak membutuhkan perlakuan khusus terhadap sampel, dan kompatibel. "Yang paling utama, sensor jenis ini dapat mendeteksi kandungan minyak babi yang belum mampu dilakukan sensor yang ada sebelumnya," sebut Ika.

Mengapa serat optik digunakan dalam penelitian ini? Ika mengatakan bahwa sebetulnya serat optik sering digunakan dalam jaringan telekomunikasi untuk menghantarkan informasi.

Kemudian, serat optik ini baru dapat dijadikan sebagai sensor setelah dilakukan beberapa modifikasi bentuk. "Pemodifikasian ini bisa dengan memberi lekukan, mereduksi ukuran, atau menggabung serat optik satu mode dengan serat optik dua mode," ujar akademisi Teknik dari ITS ini.

Modifikasi bentuk yang dilakukan ini bertujuan agar serat optik yang akan digunakan memiliki daerah sensor. Yang dimaksud dengan daerah sensor adalah area yang mampu mendeteksi sifat-sifat fisika dalam sampel, dengan cara memanfaatkan kebocoran cahaya.

Ika menjelaskan bahwa cahaya dan sampel akan berinteraksi sehingga dapat terjadi perubahan sifat dari cahaya itu sendiri. Demi menguji kebolehan serat optik yang diciptakannya untuk mendeteksi kandungan babi, Ika mengujinya pada sampel berupa minyak zaitun yang ditetesi minyak babi.

Dalam uji tersebut dihasilkan, semakin banyak minyak babi yang diteteskan pada minyak zaitun, intensitas dan spektrum cahaya yang dihasilkan pada titik akhir juga semakin berkurang. Walau telah berhasil menciptakan pendeteksi ini, Ika mengungkapkan bahwa sensor serat optik ini masih akan terus dikembangkan di laboratorium Fotonika ITS.

Peneliti dari ITS tersebut mempunyai pandangan optimis akan hal ini, "Kami (tim peneliti) mengupayakan untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi sensor optik ini agar mendatangkan manfaat dalam berbagai bidang," tutupnya.

Simak Video "Aksi Keren Musisi Cilik, Kolaborasi Secara Daring"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia