Round Up

Megawati Dapat Gelar Profesor Kehormatan Unhan: Kronologi hingga Aturan

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 11 Jun 2021 06:00 WIB
Bernama Lengkap Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri atau akrab di sapa Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947. Sebelum diangkat sebagai presiden, beliau adalah Wakil Presiden RI yang ke-8 dibawah pemerintahan Abdurrahman Wahid. Megawati adalah putri sulung dari Presiden RI pertama yang juga proklamator, Soekarno dan Fatmawati. Megawati, pada awalnya menikah dengan pilot Letnan Satu Penerbang TNI AU, Surendro dan dikaruniai dua anak lelaki bernama Mohammad Prananda dan Mohammad Rizki Pratama. dikhy sasra/detikfoto
Megawati Dapat Gelar Profesor Kehormatan Unhan: Kronologi hingga Aturan (Foto: dikhy sasra )
Jakarta - Universitas Pertahanan (Unhan) rencananya akan memberikan gelar profesor kehormatan pada Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri, hari ini Jumat (11/6/2021). Pengukuhan gelar profesor kehormatan atau guru besar tidak tetap dilaksanakan pada sidang senat terbuka.

"Pada hari Jumat (11/6/2021) akan dilakukan sidang senat terbuka Universitas Pertahanan RI dalam rangka pengukuhan gelar profesor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI kepada Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Prof Dr Amarulla Octavian dalam keterangannya, Selasa (8/6/2021).

Amarulla mengatakan, sidang senat akademik Unhan telah menerima hasil penilaian Dewan Guru Besar Unhan atas seluruh karya ilmiah Megawati Soekarnoputri. Karya ilmiah itu merupakan syarat pengukuhan menjadi profesor kehormatan ilmu pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik Fakultas Strategi Pertahanan.

Ia menambahkan, pemberian gelar profesor juga tidak terlepas dari kepemimpinan Ketua Umum PDIP itu dalam menghadapi krisis multidimensi di era pemerintahannya.

"Unhan RI mencatat keberhasilan Megawati saat di pemerintahan dalam menuntaskan konflik sosial seperti penyelesaian konflik Ambon, penyelesaian konflik Poso, pemulihan pariwisata pasca bom Bali, dan penanganan permasalahan TKI di Malaysia," ucapnya.

Kronologi usulan pemberian gelar profesor kehormatan Megawati

Octavian menyebut sejumlah guru besar yang menjadi promotor Megawati menjadi profesor kehormatan. Beberapa guru besar dari dalam negeri yang memberikan rekomendasi akademik berasal dari beberapa perguruan tinggi negeri. Adapun guru besar dari luar negeri berasal dari Jepang, China, Korea Selatan, dan Prancis.

Sementara Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri mengatakan, rencana pemberian gelar profesor kehormatan pada Megawati Soekarnoputri berawal pada November 2020.

"Para guru besar tersebut kemudian bertindak sebagai promotor," ujar Rokhmin dalam keterangan tertulis, Kamis (10/6/2021).

Rokhmin yang juga guru besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University mengatakan, gagasan tersebut lalu dibahas bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan para guru besar di Jakarta.

Ia mengatakan, para guru besar menyampaikan gagasan dan usulan agar Unhan menganugerahkan Profesor Kehormatan kepada Megawati. Setelah usulan tersebut disetujui oleh sidang Senat Guru Besar Unhan, usulan tersebut disampaikan ke Megawati Soekarnoputri.

3 alasan pemberian gelar profesor kehormatan kepada Megawati

Rokhmin mengatakan, ada tiga alasan yang disampaikan terkait pemberian gelar profesor kehormatan kepada Megawati. Alasan pertama yaitu Megawati dianggap memiliki dan menguasai tacit knowledge tentang ilmu pertahanan, khususnya bidang kepemimpinan strategis.

Ia mengatakan, para guru besar menilai kualitas itu sudah diaplikasikan dalam berbagai peran publik, yakni saat Megawati menjabat tiga periode anggota DPR pada 1984-1999. Lalu saat menjabat wakil presiden dari 1999 hingga 2001, dan saat menjadi presiden dari 2001 hingga 2004.

Dikutip dari laman School of Information Binus University, menurut Ikujiro Nonaka dan Hirotaka Takeuchi dalam buku The Knowledge-Creating Company, tacit knowledge adalah pengetahuan yang terdapat di dalam otak atau pikiran seseorang, sesuai dengan pemahaman dan pengalaman orang itu sendiri.

Nonaka dan Takeuchi menulis, biasanya pengetahuan ini tidak terstruktur, susah untuk didefinisikan dan diberitahukan dengan bahasa formal kepada orang lain, dan isinya mencakup pemahaman pribadi. Pengetahuan tacit umumnya belum terdokumentasi karena pengetahuan ini masih terdapat di dalam pikiran seseorang.

Alasan kedua, Rokhmin mengatakan, Megawati dinilai telah memenuhi semua persyaratan akademis maupun administratif untuk diangkat sebagai profesor kehormatan di Unhan.

Menurut Rokhmin, pemenuhan persyaratan sudah dilakukan sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 40 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Profesor Kehormatan/Guru Besar Tidak Tetap pada Perguruan Tinggi. dan Pasal 2 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 88 Tahun 2003 tentang Pengangkatan Dosen Tidak Tetap dalam Jabatan Akademik pada Perguruan Tinggi Negeri.

Alasan ketiga, katanya, penganugerahan profesor kehormatan ini diharapkan menjadi contoh teladan. Para guru besar disebut menilai kiprah Megawati dapat menjadi motivasi bagi generasi muda penerus bangsa.

"Sehingga generasi muda menyumbangkan kemampuan terbaiknya bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kedaulatan bangsa. Tak ada yang salah dengan niatan itu, bukan?" kata Rokhmin.

Aturan pemberian gelar profesor kehormatan

Terkait pemberian gelar profesor kehormatan, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi beberapa tahun lalu mengeluarkan Surat Edaran Nomor 154/E/KP/2013. Pemberian gelar profesor kehormatan menurut surat itu untuk menghargai dan mengakui ilmu yang tumbuh di dalam lingkungan profesi, karier, atau masyarakat.

Surat tersebut juga menyebutkan seseorang yang dicalonkan menjadi guru besar tidak tetap bukan berasal dari kalangan akademisi. Kemudian, mempunyai karya yang sifatnya "tacit knowledge" dan berpotensi dikembangkan menjadi "explicit knowledge" di perguruan tinggi serta berguna bagi kesejahteraan manusia.

Figur yang akan mendapat gelar profesor kehormatan juga harus diajukan oleh perguruan tinggi setelah rapat senat perguruan tinggi kepada menteri dengan melampirkan karya-karya yang bersangkutan.

Sementara itu Permendikbud nomor 40 tahun 2012 Pasal 2 berbunyi:

Menteri dapat menetapkan seseorang yang memiliki keahlian dengan prestasi luar biasa untuk diangkat sebagai profesor/guru besar tidak tetap pada perguruan tinggi berdasarkan pertimbangan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.

Aturan-aturan di atas juga mengatur seorang profesor kehormatan atau guru besar tidak tetap juga tidak punya tuntutan untuk kerja penuh waktu dan tidak memiliki beban kerja dosen.

Di samping itu, tidak ada batas pensiun bagi Megawati Soekarnoputri setelah menerima gelar profesor kehormatan, dan tidak ada tunjangan.



Simak Video " Seluk Beluk Pemberian Gelar Profesor Kehormatan untuk Megawati"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia