Kisah Inspiratif Mahasiswa RI Raih Beasiswa di UK: Perlu Persiapan Panjang

Kristina - detikEdu
Sabtu, 22 Mei 2021 08:30 WIB
Kisah Inspiratif Mahasiswa RI Raih Beasiswa di UK: Perlu Persiapan Panjang
Foto: Imaduddin/Kisah Inspiratif Mahasiswa RI Raih Beasiswa di UK: Perlu Persiapan Panjang.
Jakarta - Beasiswa LPDP memang membuka kesempatan studi ke luar negeri hampir tiap tahun, namun hanya beberapa orang yang berhasil mendapatkannya. Imaduddin menjadi salah satu yang berhasil memperoleh beasiswa ini.

Imaduddin atau Imad kini adalah Mahasiswa PhD di Department International Development King's College London, Inggris. Imad menyampaikan kisahnya dalam Program Lipsus detikcom dengan PPID (PPI Dunia).

"Walaupun LPDP kuotanya besar, tapi sejauh yang saya tahu proses seleksinya semakin ketat," kata Imad saat dihubungi detikEdu pada Senin (17/5/2021).

Imad tak segan berbagi tips untuk detikers yang ingin melanjutkan studi di luar negeri lewat beasiswa LPDP. Tips pertama terkait syarat dan ketentuan beasiswa LPDP yang kadang berubah.

Karena itu harus dipelajari benar-benar yang diminta pemberi beasiswa. Tips lain adalah terkait seleksi LPDP pertama hingga akhir. Artinya, seleksi LPDP perlu persiapan panjang dan matang.

Imad yang merupakan alumni Universitas Indonesia (UI) ini melakukan persiapan pendaftaran LPDP pada 2016. Imad baru mendaftar beasiswa LPDP di pertengahan tahun 2017.

"Walaupun pendaftaran yang saya ikuti tahun 2017 tapi saya sudah mulai mau persiapan beasiswanya itu dari 2016," kata Imad.

Persiapan yang utama adalah kemampuan berbahasa, apalagi untuk mahasiswa S3. LPDP menyaratkan skor IELTS cukup tinggi yang dibuktikan dalam sertifikat bahasa. Sertifikat dilampirkan dalam seleksi administrasi.

Imad mengatakan LPDP melakukan seleksi administrasi, psikologi, dan substansi. Setelah dinyatakan lolos kandidat PhD pada Oktober 2017, Imad mencari kampus selama dua tahun hingga akhirnya terbang ke Inggris.

Pada 2019, Imad berangkat ke Inggris untuk menyelesaikan studi bersama keluarganya. Di saat yang sama, sang istri juga menyelesaikan pendidikan S3 di London.

Sebelum menempuh S3, Imad yang merupakan peneliti di Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) menyelesaikan lebih dulu pendidikan S2. Pendidikan ini diselesaikan di luar negeri.

Imad menempuh S2 di Swedia untuk program Development Studies. Setelah menyelesaikan studinya di Lund University, Imad kembali menempuh S2 di Tokyo, Jepang. Dia mengambil program studi Public Policy.

Keputusannya menempuh S2 di National Graduate Institute for Policy Studies, Jepang disebabkan profesinya dalam lembaga riset ekonomi. Dia mengambil studi kebijakan publik khususnya kebijakan ekonomi.

Jika Imad bisa meraih beasiswa LPDP, maka kesempatan yang sama tersedia untuk siapa saja. Imad berpesan supaya kandidat LPDP memahami tujuan kuliah di luar negeri. Apalagi bagi yang ingin melanjutkan S3.

Pendidikan S3 hanya dibutuhkan di profesi tertentu. Kandidat S3 harus teliti memilih profesor pembimbing sesuai ilmu yang ditekuni. Sekarang Imad dibimbing profesor sesuai riset yang ditulisnya, yaitu langkah Indonesia memanfaatkan sumber daya alam untuk menjadi negara maju.

Simak Video "Nadiem Berharap Penerima LPDP Kembali Ke Tanah Air Usai Studi"
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia