Inspiratif! Mahasiswa ITS Ciptakan Produk MPASI dari Buah Mangrove

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 21 Mei 2021 12:00 WIB
Roovebites
Foto: its.ac.id
Jakarta - Lima mahasiswa Departemen Kimia ITS berhasil menciptakan makanan pendamping ASI (MPASI) bebas gluten dengan bahan dasar buah mangrove yang aman dikonsumsi seluruh balita.


Inovasi ini dilatarbelakangi oleh banyaknya makanan bayi yang beredar di pasaran saat ini mengandung protein berupa gluten karena berbahan dasar tepung terigu. Padahal tidak semua bayi boleh mengkonsumsi gluten.


"Gluten dapat menyebabkan terganggunya jaringan saraf dan fungsi otak pada bayi autis dan penyakit celiac," kata Miftahul Jannah (ketua tim) pada situs resmi ITS.


Melalui ide inovatif ini, Miftahul dan empat rekannya, Sarazen Shalahuddin Akbar, Widya Anastasya Ningtiyas, Nova Ainur Rohma, dan Ardi Lukman Hakim berhasil meraih medali perak pada kompetisi Business Plan yang diselenggarakan oleh Edutainer Nusantara Fair (ENF) 2021.


Selaku ketua tim, Miftahul juga menambahkan bahwa alasannya memilih Buah Mangrove untuk dijadikan bahan baku makanan bayi karena salah satu makanan bebas gluten yang bergizi tinggi adalah buah bakau.


"Buah bakau yang digunakan merupakan jenis Lindur karena kandungan gizinya yang tinggi dan dapat diolah menjadi tepung. Tepung buah mangrove telah memenuhi kriteria bahan pangan sehat yaitu mengandung protein, serat, dan vitamin," lanjutnya.

RoovebitesRoovebites Foto: its.ac.id


Selain itu, pemanfaatan buah mangrove juga dipakai Miftahul dan rekannya sebagai upaya untuk memaksimalkan potensi sumber daya lokal yang melimpah dan belum banyak dimanfaatkan.


MPASI yang dinamakan RooveBites ciptaan mereka juga tak hanya berbahan dasar tepung buah mangrove, tapi ada juga tambahan asam amino dan kandungan riboflavin Glycine max.


"Asam amino dan riboflavin merupakan zat gizi mikro yang dibutuhkan dalam masa tumbuh kembang bayi," jelas gadis kelahiran Sukoharjo ini. https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi .


Terkait nama yang dipilih, Miftahul dan rekannya menjelaskan bahwa RooveBites berasal dari dua kata, Roove yang artinya bakau, dan Bites yang artinya menggigit.


Hingga saat ini, RooveBites telah memiliki dua varian produk yaitu RooveBites Bubur berupa bubur untuk bayi di bawah 6-12 bulan dan RooveBites Toddler berupa biskuit untuk bayi di atas 12 bulan.


"Sebelum diolah menjadi bubur dan biskuit, buah mangrove terlebih dahulu diolah menjadi tepung. Pada tahap awal buah akan direbus selama 20 menit kemudian dikupas dan dipotong. Tahap selanjutnya buah direbus menggunakan abu sekam dan dicuci bersih," terang Miftahul.


Untuk proses perebusan, terdapat cara khusus yakni pada perebusan kedua buah tersebut perlu direbus lebih lama untuk menghilangkan kandungan sianida dan tanin yang berbahaya bagi kesehatan.


"Hasil rebusan kedua yang sudah dicuci akan direndam selama 48 jam kemudian dikeringkan dan digiling menggunakan blender. Setelah digiling, buah akan berbentuk tepung yang selanjutnya akan dicampur dengan Glycine max. Tepung ini kemudian diolah menjadi bubur instan dan biskuit yang diproses seperti biasa," imbuhnya.


Menariknya, dari segi kemasan, RooveBites ciptaan mahasiswa ITS ini menggunakan kemasan alumunium foil. Selain harganya yang terjangkau, aluminium foil dapat meminimalisir masuknya udara dan bakteri karena bahan ini tidak bisa ditembus sinar matahari.


Sementara dari segi pemasaran produk, Miftahul dan rekannya memanfaatkan penjualan online melalui platform e-commerce dan mempromosikan produk di lokasi yang ditargetkan.


"Pemasaran offline mengutamakan area sekitar baby shop, rumah sakit anak dan bayi, klinik anak dan bayi, daycare center dan balita, serta komunitas autisme," jelas Miftahul selaku ketua tim.


Kedepannya, tim mahasiswa ITS yang dipandu oleh Herdayanto Sulistyo Putro SSi., MSi. berharap, produk ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat dipasarkan secara nasional hingga skala internasional.



Simak Video "Keren! ITS Hadirkan Wisuda Virtual ala Minecraft"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia