Lebaran di Negeri Rantau

Kisah Mahasiswa RI Lebaran di Belgia: Makan Opor & Sholat Id di Lapangan

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 19 Mei 2021 15:01 WIB
Kisah Mahasiswa RI Lebaran di Belgia: Makan Opor & Sholat Id di Lapangan
Foto: Bulan Sugiarto/Kisah Mahasiswa RI Lebaran di Belgia: Makan Opor & Sholat Id di Lapangan.
Jakarta - Lebaran 2021 menjadi pengalaman yang baru bagi mahasiswa Indonesia, Bulan Sugiarto. Sebab dia harus merasakan Lebaran di Belgia.

Adanya perbedaan membuat Bulan harus beradaptasi pada momen Lebaran, termasuk saat menjalankan Sholat Idul Fitri.

"Alhamdulillah bisa merasakan Sholat Ied karena ada Ikatan Komunitas Muslim Internasional di Kota Leuven yang mengadakan Sholat Id berjamaah di lapangan," cerita Bulan pada detikEdu (18/5/2021) dalam Lipsus detikEdu dengan PPID (PPI Dunia).

Padahal sebelumnya mahasiswa atau pelajar muslim di Belgia khawatir pemerintah Belgia melarang kegiatan peribadatan di ruangan umum selama pandemi.

"Ada larangan kalau berkegiatan ibadah di luar ruangan. Jadi misal mau melakukan peribadatan harus di dalam ruangan. Namun, karena tidak ada tempat yang besar, Ikatan Komunitas Muslim Internasional mengajukan izin ke pemerintah kota untuk mengadakan sholat ied di lapangan dan Alhamdulillah diizinkan," papar Mahasiswi S2 Ghent University & KU Leuven ini.

Meski begitu, Bulan mengungkapkan tidak semua temannya bisa ikut Sholat Ied di lapangan karena adanya pembatasan kuota.

"Dengan aturan jaga jarak, ada sekitar 60 orang dan terbagi menjadi dua kloter untuk Sholat Ied di lapangan. Di sini, banyak juga teman muslim yang terpaksa tidak bisa ikut Sholat Ied berjamaah karena kuota terbatas," terang sarjana Universitas Sebelas Maret ini.

Tak hanya soal Sholat Id, suasana malam takbiran juga dirasakan cukup berbeda bagi Bulan. Jika biasanya malam takbiran dilakukan dengan berkumpul bersama keluarga dan mendengarkan kumandang takbir, di Belgia ia berkumpul dengan teman-teman asal Indonesia lainnya.

"Cukup banyak anak Indonesia lain, malam takbiran kita masak opor sama bikin lontong. Kebetulan di sini banyak toko Asia jadi tidak sulit mendapatkan bahan bakunya," paparnya.

Meski Lebaran di Belgia, Bulan mengaku suasana lebaran sangat terasa karena tetap bisa merasakan hangatnya berkumpul, lengkap dengan opor dan lontong yang dibungkus daun pisang.

"Nggak kerasa sepi, justru asyik. Habis Sholat Ied bisa makan opor bareng lalu bertatap muka virtual dengan keluarga di Indonesia," lanjut perempuan kelahiran Kebumen itu.

Apalagi menurut Bulan, Lebaran tahun ini bertepatan dengan hari libur nasional di Belgia, jadi bisa menikmati hari lebaran tanpa ada perkuliahan.

"Kebetulan banget, kalau tahun-tahun sebelumnya diceritain senior bahkan setelah Sholat Id langsung mengerjakan ujian karena bertepatan dengan hari ujian. Jadi Lebaran di Belgia tahun ini lebih beruntung karena bisa kumpul seharian," tutupnya.

Simak Video "Kisah WN Belgia di Yogya Terdampak Pandemi dan Bertahan Hidup"
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia