Lebaran di Negeri Rantau

Kisah Mahasiswa RI Lebaran di Jepang: Putar Lantunan Takbir di Rumah

Kristina - detikEdu
Rabu, 19 Mei 2021 11:01 WIB
lebaran di jepang putri ananda
Foto: Putri Ananda/Kisah Mahasiswa RI Lebaran di Jepang: Putar Lantunan Takbir di Rumah.
Jakarta - Lebaran di Indonesia identik dengan lantunan takbir yang terdengar di berbagai daerah. Tapi beda halnya dengan di Jepang, mahasiswa RI ini harus memutar lantunan takbir di rumah untuk menghidupkan nuansa lebaran.

Putri Ananda, mahasiswa International Studies di Osaka University of Economics and Law berbagi kisahnya saat merayakan lebaran di negeri rantau. Menurut Putri, Ramadhan dan lebaran tahun ini tidak semeriah tahun sebelumnya. Hal itulah yang membuat Putri dan teman-temannya berinisiatif untuk tetap menghidupkan suasana lebaran.

"Menurut kita itu vibesnya agak kurang makanya saya dan temen-temen kaya inisiatif sendiri gitu," kata Putri kepada detikEdu dalam Program Lipsus detikcom dengan PPID (PPI Dunia), Selasa (18/5/2021).

Berbeda dengan di Indonesia, di Jepang tidak ada takbir berkumandang baik saat malam lebaran maupun di hari raya. Putri dan teman-teman asal Indonesia lainnya memutar lantunan takbir di rumah tempat mereka berkumpul. Mereka juga mengadakan masak menu lebaran khas Tanah Air.

"Kita pasang lagu kaya takbiran gitu. Kita masaknya juga kita ada-adainlah pokoknya supaya Idul Fitri itu kerasa gitu ya. Kaya kita masak gulai kambing, terus juga ada lontong sayur, terus juga opor ayam," papar Putri.

Mahasiswa tingkat akhir ini menceritakan, ia dan teman-temannya melaksanakan sholat Idul Fitri di masjid dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Seperti menjaga jarak, memakai hand sanitizer sebelum masuk masjid, dan memakai masker.

Menurutnya, penyediaan hand sanitizer dan masker bukanlah sesuatu yang awam di Jepang. Pasalnya, kedua hal tersebut sudah menjadi budaya masyarakat Jepang.

"Sebelum COVID-19, memakai masker dan ada hand sanitizer di mana-mana itu udah jadi budaya orang Jepang gitu," ungkapnya.

Putri yang sudah dua kali Lebaran tidak pulang ini mengatakan, lebaran masa pandemi ini cukup berbeda dengan sebelumnya. Terlebih saat ini Osaka termasuk dalam zona merah, sehingga aktivitas yang dilakukan serba terbatas.

Biasanya setiap bulan Ramadhan, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka mengadakan buka bersama setiap minggunya. Para mahasiswa termasuk Putri kerap datang untuk mengobati kerinduan akan kuliner nusantara.

"Satu bulan itu ada sekitar 3-4 kali kaya buka bersama di KJRI gitu. Nah itu seneng banget karena kita dapet makan Indonesia gratis gitu. Kan kita udah lama nggak makan rendang gitu kan," kenang Putri.

Sayangnya, selama pandemi ini KJRI tidak lagi menyelenggarakan buka bersama. Namun demikian, beberapa masjid di sana masih ada yang mengadakan buka bersama. Hanya saja dibatasi dan tentu menerapkan protokol kesehatan.

Terlepas dari itu, Putri dan teman-temannya tetap berusaha menghidupkan nuansa Ramadhan hingga Lebaran di negeri rantau.

Simak Video "Gempa M 6,1 Guncang Tokyo, Listrik Stasiun Padam-Lampu Jalan Goyang"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia