Mantul! Alat Rancangan Anak ITS Ini Bisa untuk "Panen" Oksigen

Anatasia Anjani - detikEdu
Sabtu, 01 Mei 2021 09:00 WIB
Desain prototipe EvoGreen garapan dua mahasiswa ITS Surabaya (dok. ITS)
Desain prototipe EvoGreen garapan dua mahasiswa ITS Surabaya (dok. ITS)
Jakarta - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengukir prestasi. Kali ini dua mahasiswa dari Departemen Teknik Elektro, Hartandi Wisnumukti dan I Made Ayu Nandini merancang alat untuk "memanen" oksigen dari polusi udara.

Inovasi dua mahasiswa ITS angkatan 2018 itu dinamakan EvoGreen yang bisa mengubah karbon dioksida menjadi oksigen. Alat konversi ini menggunakan organisme alga.

"EvoGreen adalah Schneider Electric Homes Bio Reactor guna menangkap CO2 untuk menciptakan udara yang lebih bersih. Bio reaktor ini dibuat dengan maksud tertentu yakni membuat habitat buatan untuk alga hidup," ujar Hartandi dalam keterangan tertulis yang diterima detikEdu, Jumat (30/4/2021).

Alga dipilih sebab telah terbukti dapat menangkap CO2 lebih baik dibanding tumbuhan biasa. Selain itu alga juga punya kelebihan mudah dirawat dan fleksibel.

EvoGreen bekerja dengan cara menyedot udara kotor dari lingkungan yang kemudian udara kotor tersebut disimpan dalam tangki kotor. Selanjutnya campuran alga dan udara kotor itu akan dipompa ke rangkaian pipa bening agar alga tersebut kemudian berfotosintesis dan mengubah CO2 menjadi O2.

"Sehingga proses panjang ini akan menghasilkan oksigen yang dapat dilepaskan kembali ke udara," terang Tandi. Mahasiswa ITS tersebut juga menjelaskan bahwa cara kerja EvoGreen tidak seperti air purifier biasa melainkan sebagai pengonversi karbon dioksida menjadi oksigen.

Pada praktiknya, alat tersebut diharapkan tidak hanya berpengaruh pada manusia saja melainkan pada lingkungan sekitar juga. Jika diteruskan pada proses selanjutnya, alga yang digunakan dapat dijadikan biomassa.

"EvoGreen ini menyerap 10 kali lebih efisien daripada pohon dan dapat dipasang di rumah untuk mengurangi emisi karbon. Alat ini juga terintegrasi secara digital dengan AVEVA (perangkat rumah pintar). Jadi pengguna dapat memantau secara terus menurus melalui aplikasi tersebut," jelas Tandi.

Menurut Tandi, dirinya merasa konsep tersebutlah yang telah mencuri hati para juri lomba. Kedua mahasiswa ITS tersebut berhasil meraih juara kedua dalam Schneider Go Green 2021, awal April lalu. Di lomba tersebut, kedua mahasiswa ITS tersebut berhasil melawan 121 proposal lainnya se Indonesia.

"Hal ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa bagi karya kami," tutur Tandi. Mereka berharap jika EvoGreen dapat direalisasikan di Indonesia.

Sebab menurut kedua mahasiswa ITS tersebut rancangannya sudah sampai tahap prototyping pada technology readiness level-nya dan juga sudah berkoordinasi dengan pihak Schneider Electric terkait desain prototipenya.



Simak Video "Aksi Keren Musisi Cilik, Kolaborasi Secara Daring"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia