Karya Pelukis Nunung WS Tampil di Pameran 16 Seniman Perempuan Sedunia

Tim detikcom - detikEdu
Kamis, 22 Apr 2021 21:15 WIB
Pelukis senior Indonesia Nunung WS
Pelukis senior Nunung WS (Foto: dok. Pri)
Jakarta - Karya pelukis kontemporer senior Indonesia Nunung WS turut ditampilkan dalam pameran yang diikuti 16 seniman perempuan sedunia di Museum Seni Mori Tokyo, Jepang. Pameran yang digelar mulai 22 April hingga 26 September 2021 bertema 'Energi Lain : Kekuatan Dalam Menghadapi Tantangan'.

Nunung WS yang berkarya selama lebih dari 50 tahun mengekspresikan gagasannya lewat lukisan abstrak. Nunung menampilkan lukisan berjudul 'Dimensi Aceh' berukuran 180 x 360 sentimeter (3 panel) acrylic diatas kanvas. Lukisan 'Dimensi Aceh' ini mencerminkan larangan Islam terhadap penyembahan berhala.

Nunung WS yang lahir di Lawang Jawa Timur pada 9 Juni 1948, belajar seni rupa di Akademi Seni Rupa Surabaya. sejak awal kariernya berfokus pada lukisan bergaya abstraksionisme geometris. Keanekaragaman budaya Indonesia menginspirasi Nunung dalam melukis. Khususnya berbagai corak warna tenun.

"Pertama saya sangat suka dengan tenun. Indonesia terdiri banyak pulau sehingga banyak pula ragam dan corak tenun. Terutama warna dan juga visualnya. Hal itulah yang menginspirasi karya cipta saya dalam lukisan. Mengapa Aceh? Karena bentuk visualnya berkecenderungan geometri," ujar Nunung seperti yang dikutip dari keterangan tertulis Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Kamis (22/4/2021).

Nunung sendiri tidak hadir secara fisik dalam penyelenggaraan pameran ini karena pandemi Covid-19. Nunung WS yang saat ini berusia 73 tahun mengaku mengapresiasi penyelenggaraan pameran dan karya rupa dari para seniman.

"Ada pemikiran yang dahsyat. Mereka masih tetap berkarya. Yang dipamerkan merupakan hasil dari olah pikir yang konsisten dari mereka. Saya sangat salut kepada sang kurator Mami Kataoka, dengan temanya Another Energy. Karya dari Cuba, Carmen Herrera juga sangat menarik buat saya," katanya.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi yang hadir saat pembukaan pameran di Museum Seni Mori di Roppongi Tokyo Jepang Rabu (21/4), mengapresiasi keikutsertaan Nunung WS dalam pameran ini.

Pameran berfokus pada 16 seniman perempuan dunia, berusia 70-an atau lebih, dengan karir mereka selama lebih dari 50 tahun. Mereka berasal dari 14 negara, diantaranya Indonesia, Jepang, Brazil, Kolombia, India, New Zealand, dan Switzerland.

Beragam karya seni ditampilkan, tidak hanya lukisan, tetapi juga patung. Total sekitar 130 karya meramaikan pameran ini.

Menurut Heri ikutnya Nunung WS menunjukkan pengakuan dunia internasional atas keunggulan karya seniman Indonesia.

"Kehadiran Nunung diantara 15 pelukis lanjut usia (lansia) dunia yang masih terus berkarya, menunjukkan lingkungan seni di Indonesia yang hidup dan bergairah. Penampilan karya Nunung, satu-satu nya dari negara ASEAN, juga merupakan pengakuan atas keunggulan seni rupa modern Indonesia," ujar Heri Akhmadi saat menghadiri acara pembukaan pameran, Rabu (21/4).

Lebih lanjut Heri Akhmadi juga menyambut baik penyelenggaraan pameran yang menghadirkan karya-karya seni berkualitas. Kepada Mami Kataoka Direktur Museum Seni Mori, Heri Akhmadi mengatakan, pameran ini sejalan dengan semangat Hari Kartini di Indonesia yang mengusung kesetaraan.

"Kurator pameran sangat baik dan cermat. Pilihan pelukis dan karya-nya mencerminkan energi dan kualitas yang sangat tinggi. Ini merepresentasikan seni rupa modern dari seluruh belahan dunia," lanjut Heri Akhmadi dengan didampingi sang istri Nuning Akhmadi.

Mami Kataoka, Direktur Mori Art Museum Tokyo mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir telah muncul gerakan di seluruh dunia untuk mengatasi ketidaksetaraan di sekitar aspek identitas seperti jenis kelamin, ras, etnis, dan keyakinan.

"Dengan memberikan ruang yang lebih besar pada keragaman. Termasuk dalam seni kontemporer selama dekade terakhir, perhatian semakin beralih ke seniman perempuan. Khususnya pegiat seni kontemporer antara tahun 1950-an dan 1970-an yang terus aktif sebagai seniman hingga saat ini," kata Mami Kataoka.

Pihak penyelenggara membuat aturan ketat dengan mengedepankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Para pengunjung diminta mendaftar melalui online sebelum datang ke pameran yang mulai dibuka Kamis (22/4) untuk umum. (pal/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia