Tim Spektronics ITS Pertahankan Juara Chem-E-Car Internasional

Tim detikcom - detikEdu
Minggu, 18 Apr 2021 11:17 WIB
Desain skematik Spektronics XX
Desain skematik Spectronics XX ITS Surabaya (Dok. ITS)
Surabaya - Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya berhasil mempertahankan gelar juara dalam kompetisi Chem-E-Car internasional, yaitu Indonesia Chem-E-Car Competition (ICECC) 2021, Minggu (11/4) lalu.

Tim ini diwakili Spektronics XX, yang terdiri dari Michael Adrian (Teknik Kimia 2018) selaku ketua tim, Lulu Sekar Taji (Teknik Kimia Industri 2019) selaku penanggung jawab dalam pengolahan data, Delvin Theodorus (Teknik Kimia 2019) selaku runner mobil.

Selain itu ada juga nama Rafli Revansyah (Teknik Kimia 2020) sebagai penanggung jawab chemical, dan Abdul Quddus Al Kahfi (Teknik Kimia 2020) sebagai penanggung jawab mechanical.

Pada kompetisi Chem-E-Car yang digelar secara daring di kampus ITS ini, masing masing tim diharuskan membuat prototipe mobil dengan bahan bakar dari reaksi kimia. Mobil tersebut harus berhenti pada jarak lintasan yang ditentukan selagi membawa beban.

Spektronics XX berhasil meraih nilai race nyaris sempurna dan tertinggi di antara 21 tim lainnya yang berasal dari universitas dalam dan luar negeri.

Lulu Sekar Taji, Delvin Theodorus, Michael Adrian, Muhammad Rafli Revansyah, Abdul Quddus Al Kahfi (ki-ka)Lulu Sekar Taji, Delvin Theodorus, Michael Adrian, Muhammad Rafli Revansyah, Abdul Quddus Al Kahfi (ki-ka) Foto: Dok. ITS

Lulu satu-satunya anggota perempuan dalam tim itu menjelaskan, mobil Spektronics XX ini dapat bergerak karena adanya tekanan dari gas oksigen (O2) yang diperoleh dari reaksi dekomposisi hidrogen peroksida (H2O2).

Gas oksigen ini kemudian melewati pressure regulator set yang berfungsi untuk menyaring gas yang dihasilkan, mengatur keluaran tekanan, dan mengontrol kecepatan aliran gas.

Setelah melewati alat tersebut, oksigen akan masuk ke pneumatik yang berfungsi sebagai mesin penggerak. "Gerakan pneumatic ini akan menggerakkan roda dengan memanfaatkan pulley dan belt sebagai perantara, sehingga dapat mengurangi error dari putaran ban dan meningkatkan torsi dari mobil," ujar mahasiswi kelahiran tahun 2000 ini.

Menurut Lulu, keberhasilan mobil Spektronics XX ITS pada Race ICECC 2021 tersebut dikarenakan fitur-fitur unik yang dimilikinya. "Ada tiga fitur yang membedakan mobil Spektronics XX dengan mobil tim yang lain yaitu, transducer, timing pulley, dan material," jelasnya.

Lebih lanjut, gadis asal Batam ini memaparkan, transducer tersebut merupakan sensor pembaca tekanan yang dihubungkan dengan micro-controller berupa Arduino dan juga LCD. Data yang terbaca oleh transducer tersebut dikirm ke Arduino, kemudian Arduino mengirimkan output ke LCD.

"Penggunaan transducer ini meningkatkan keakuratan dari pembacaan tekanan yang dihasilkan gas oksigen dibanding menggunakan pressure gauge," katanya.

Fitur timing pulley dalam mobil Spektronics XX ITS memiliki fungsi untuk mengurangi kesalahan jarak yang disebabkan oleh rotasi dari Camshaft. "Fitur unik lainnya, yaitu material yang digunakan pada mobil Spektronics XX yang berupa penggunaan bahan berkualitas tinggi dan sesuai untuk mecegah terjadinya korosi," ujar Lulu.

Dalam proses pengerjaannya, Lulu mengatakan bahwa timnya memiliki keterbatasan waktu untuk menyiapkan perlombaan ICECC 2021 dikarenakan sedang menyiapkan proyek yang lain. "Namun, dengan keuletan dan kerja sama antar anggota tim, Spektronics XX sukses berlaga di ICECC 2021," katanya. (pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia