Kisah Cendekiawan Muslim

Cendekiawan Muslim Ibnu Battuta, Penjelajah 44 Negara Sejauh 120 Ribu Km

Rahma I Harbani - detikEdu
Sabtu, 17 Apr 2021 15:27 WIB
Ibnu Battuta
Foto: Ilustrasi: Kharisma/Cendekiawan Muslim Ibnu Battuta, Penjelajah 44 Negara Sejauh 120 Ribu Km
Jakarta -

Ibnu Battuta dilahirkan pada 24 Februari 1304 M di Tangier, Maroko dengan nama Abu Abdullah Muhammad ibn Abdullah al-Lawati al-Tangi bin Batutah. Ia dikenal sebagai penjelajah dunia paling andal dari Maroko.

Hal ini disebabkan ia mengelilingi pelosok dunia meski teknologi pelayaran tidak sehebat seperti sekarang.

Mengutip dari buku Petualangan Ibnu Battuta: Seorang Musafir Muslim Abad ke-14 karya Ross E. Dunn, semasa kecil, Ibnu Batutta dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang menerima pengajaran ilmu hukum (fiqh: ilmu hukum Islam) atau hakim (qadhi) dan pengetahuan-pengetahuan Islami lainnya.

Pada 14 Juni 1325 M/ 2 Rajab 725 A. H, Ibnu Batuttah mulai meninggalkan Tangier, kota kelahirannya, menuju arah tenggara melalui daratan tinggi Rif Timur.

Pada usianya yang kurang lebih 20 tahun, Ibnu Battuta pergi berziarah ke Mekkah untuk mengunjungi makam nabi. Seusai dari Mekkah, ia kembali melanjutkan perjalanan sekitar 120 ribu km sepanjang dunia Muslim atau setara dengan melintasi 44 negara di masa sekarang, dilansir dari buku 99 Tokoh Muslim Dunia yang ditulis oleh Salman Iskandar.

Perjalanan Ibnu Batutta menuju Mekkah menggunakan jalur darat dengan menyusuri pantai Afrika Utara hingga tiba di Kairo dan masih berada di wilayah Mamluk yang relatif aman.

Ibnu Batutah mengambil jalur yang jarang ditempuh pengembara yaitu, menuju Sungai Nil, dilanjutkan ke arah timur melalui jalur darat menuju dermaga Laut Merah di 'Aydhad. Namun, saat hampir mendekat ke kota tersebut, Ibnu Battuta dipaksa kembali karena ada pertikaian lokal.

Kembali ke Kairo, ia menggunakan jalur kedua, ke Damaskus (yang selanjutnya dikuasai Mamluk), dengan alasan keterangan atau anjuran seseorang yang ditemuinya di perjalanan pertama, bahwa ia hanya akan sampai di Mekah jika telah melalui Suriah.

Dikutip dari buku Petualangan Ibnu Battuta: Seorang Musafir Muslim Abad ke-14, selama 24 hari di Damaskus, Ibnu Batutta tinggal di salah satu madrasah Mazhab Maliki setempat dan memulai pendidikan formalnya yang pertama di luar negeri.

Klik pada halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia