Hebat! Versi Baru Iqropolly Karya Mahasiswa IPB Raih Medali Emas di Rusia

Faqihah M Itsnaini - detikEdu
Selasa, 13 Apr 2021 14:31 WIB
Kampus IPB/ipb.ac.id
Tiga mahasiswi IPB mengembangkan permainan Iqropolly (Foto: Kampus IPB/ipb.ac.id)
Jakarta - Iqropolly adalah media pembelajaran dakwah untuk anak-anak. Terinspirasi dari permainan monopoli, Iqropolly mengajarkan Al Qur'an dan pengembangan karakter.

Dikenal sejak 2015, Iqropolly terus dikembangkan oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) hingga kini dan akhirnya meraih medali emas di ajang bergengsi Rusia.

Awalnya Iqropolly dicetuskan Agung Suharyana, yang saat itu mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB bersama teman-temannya.

Setelah melalui inovasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat era digital, Iqropolly dikembangkan oleh generasi mahasiswa berikutnya.

Inovasi ini berhasil membawa Iqropolly menyabet penghargaan medali emas dalam ajang Moscow International Salon of Invention and Innovative Technologies di Rusia akhir bulan Maret lalu.

"Kami berkomitmen melanjutkan edukasi ini, salah satunya yaitu membuat model Iqropolly yang lebih beda dengan mengedepankan nilai-nilai karakter atau budi pekerti yang berlandaskan Islam bagi anak-anak. Permainan ini memang sangat aplikatif dan sangat membantu adik-adik untuk mengaplikasikannya," ungkap Eva sebagai ketua tim, dalam rilis yang diterima detikEdu, Selasa (13/4/21).

Para pengembang Iqropolly saat ini terdiri dari Eva Lihotma Br Sipahutar dari Fakultas Pertanian, Mega Ainun Ayu Wulandari (Fakultas Pertanian), dan Sindi Pratika (Fakultas Ekologi Manusia). Ketiganya adalah mahasiswa IPB yang tergabung dalam Program Pondok Inspirasi.

Eva dan kedua rekannya berharap, Iqropolly bisa menjadi pembelajaran menarik bagi anak didik agar bisa terus dikembangan dan dipertahankan.

Tak hanya itu, harapan ke depannya juga agar permainan ini dapat menjangkau berbagai daerah di Indonesia sehingga manfaatnya bisa semakin luas.

Lebih jauh, Iqropolly hasil karya mahasiswa IPB ini diupayakan untuk dapat menjangkau dunia digital sampai merambah telepon pintar.

"Kami berpikir bahwa sekarang, gadget sudah menjadi konsumsi publik baik kalangan dewasa maupun anak-anak. Maka, penting bagi kami untuk turut menjamah ranah tersebut agar kebermanfaatan yang dihasilkan bisa lebih luas lagi, Insya Allah," tutup Eva.

(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia