Menko PMK Muhadjir Ajak Kaum Muda Jadi Petani Milenial yang Punya Masa Depan

Eko Susanto - detikEdu
Sabtu, 10 Apr 2021 18:49 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy saat me-launching sekolah tani melalui zoom meeting di Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Sabtu (9/4/2021). (foto: Eko Susanto/detikcom
Menko PMK Muhadjir Effendy saat me-launching sekolah tani melalui zoom meeting di Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Sabtu (9/4/2021). (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengajak kaum muda agar menerjuni dunia pertanian menjadi petani milenial. Hal ini dimaksudkan untuk proses regenerasi petani tetap berlangsung sebagai petani milenial yang punya masa depan, modern dan sanggup membawa Indonesia sejahtera.

"Pada kesempatan ini, saya mengajak kaum muda milenial agar menerjuni dunia pertanian agar proses regenerasi petani tetap berlangsung di Indonesia. Tentu petani milenial adalah petani yang punya masa depan, modern, berpikiran maju dan akan sanggup membawa Indonesia sejahtera," kata Muhadjir melalui zoom meeting.

Hal tersebut disampaikan saat launching Sekolah Tani dan Studium Generale dengan tema 'upaya peningkatan kesejahteraan petani melalui sekolah tani mandiri Muhammadiyah'. Sekolah tani ini kerja sama Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah dan SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan Kabupaten Magelang, Sabtu (10/4/2021).

Lebih lanjut Muhadjir mengatakan, pertanian merupakan sektor strategis dalam struktur perekonomian di Indonesia. Selain itu, pertanian juga menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja khususnya di pedesaan.

"Pertanian adalah merupakan sektor strategis dalam struktur perekonomian Indonesia. Pertanian juga menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja khususnya di pedesaan yaitu para petani," ujarnya.

"Pada saat ini dengan adanya pandemi COVID-19, para petani adalah merupakan kelompok yang paling rawan terkena dampaknya," sambung Muhadjir.

Pihaknya berharap, sekolah tani yang diselenggarakan ini sebagai jawaban dan sekaligus solusi untuk membantu para petani agar terlepas dari permasalahan akibat efek pandemi COVID-19.

"Sekolah tani yang diselenggarakan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Magelang ini diharapkan sebagai jawaban dan sekaligus solusi untuk membantu para petani agar terlepas dari permasalahan akibat efek pandemi Covid-19 selanjutnya bisa menuju petani yang lebih sejahtera," tutur Muhadjir.

Dalam kesempatan ini hadir sebagai pembicara melalui zoom meeting Bupati Magelang Zaenal Arifin. Selain itu, Shofyan Adi Cahyono yang merupakan duta petani milenial Kementerian Pertanian serta founder Sayur Organik Merbabu (SOM).

"Kami sedang mendiskusikan dengan Dinas Pendidikan dan juga harapannya nanti nyambung dengan Dinas Pertanian kenapa kita tidak melibatkan sekolah juga untuk masuk di sektor pertanian," ujar Zaenal.

Sementara itu, petani milenial Shofyan Adi Cahyono lebih banyak sharing terhadap apa yang telah dilakukan di Kopeng, Getasan, Kabupaten Semarang. Ia yang dilahirkan dari keluarga petani, kemudian oleh orangtuanya diminta untuk menempuh pendidikan di sektor pertanian.

"Saat ini saya memiliki unit usaha dikenal dengan SOM, kemudian menjadi ketua kelompok tani organik. Yang terbaru, Alhamdulillah saya bisa menjadi salah satu duta petani milenial Kementerian Pertanian yang tugas menyebarkan pandemi, tapi bukan pandemi COVID-19, tapi pandemi petani supaya teman-teman tertarik menjadi petani," tuturnya yang baru saja menikah dengan warga Kabupaten Magelang, itu.



Simak Video "BMKG Bekali Petani Pengetahuan Iklim dan Cuaca"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia