Tim peneliti dari Cina melakukan eksplorasi 6.000 meter di bawah permukaan Samudra Pasifik. Selain banyak cadangan logam, peneliti juga menemukan 11.662 virus baru.
Para peneliti memeriksa sampel sedimen dari zona tersebut dan mengidentifikasi 11.742 jenis virus yang berbeda. Dilansir South China Morning Post, lebih dari 99 persen di antaranya, atau sebanyak 11.662 virus, merupakan temuan baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 60 sampel yang digunakan dalam studi ini dikumpulkan pada tahun 2023 dan 2024 oleh salah satu kelompok yang memegang kontrak eksplorasi, yaitu Asosiasi Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Mineral Laut China.
Hanya sekitar 4 persen dari klaster protein virus yang ditemukan di zona tersebut yang memiliki kesamaan dengan data eksternal. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut merupakan rumah bagi garis keturunan virus dan sumber daya genetik yang belum pernah tercatat oleh para ilmuwan.
Virus-virus di wilayah tersebut kemungkinan memiliki karakteristik unik yang mencerminkan lingkungan yang tidak biasa tempat mereka berevolusi.
Tidak Berbahaya Bagi Manusia
Sebagian besar virus yang ditemukan oleh tim tersebut termasuk dalam kelas Caudoviricetes, yaitu memiliki struktur ekor yang mampu menyuntikkan materi genetik ke dalam bakteri layaknya jarum suntik. Virus dalam kelas ini dapat ditemukan di berbagai ekosistem, termasuk di lautan, daratan, bahkan di dalam saluran pencernaan manusia.
Virus-virus ini umumnya tidak berbahaya bagi manusia. Mereka hanya dapat menargetkan dan memusnahkan bakteri. Bahkan, aktivitas manusia justru lebih mungkin menimbulkan risiko bagi virus-virus tersebut.
Saat aktivitas pertambangan di wilayah tersebut mengganggu sedimen, virus-virus ini mungkin tidak lagi dapat menjalankanperannya dalam ekosistem dasar laut, seperti menguraikan materi organik dan melepaskan nutrisi ke lingkungan sekitar.
Hou Bowen, mahasiswa doktoral gabungan di Universitas Chongqing dan Institut Oseanografi Kedua di bawah naungan Kementerian Sumber Daya Alam China mengatakan temuan ini menambah wawasan tentang peran virus di lingkungan.
"Temuan ini memberikan wawasan mengenai peran ekologis virus di kawasan nodul polimetalik, sekaligus menetapkan tolok ukur dasar yang krusial mengenai ekosistem mikroba sebelum penambangan dimulai, yang nantinya dapat digunakan untuk penilaian dampak lingkungan," ungkap Huo, dikutip Jumat (16/10/2026).
