Sebagian orang memiliki kemampuan yang baik dalam hal matematika, sedangkan sebagian lain justru menghindarinya. Kamu termasuk yang mana?
Sejumlah peneliti menemukan, kemampuan matematika berkorelasi dengan kemampuan lain, bahkan dalam bahasa dan membaca.
Pakar dari Departemen Psikologi Pendidikan di Universitas Texas A&M, Dr Daniel Hajovsky bersama rekan-rekannya meneliti kaitan antara kemampuan kognitif dan keterampilan matematika. Mereka menerbitkan penelitian tersebut dalam Journalism of Intelligence dengan judul "Cognitive–Mathematics Relations: A Meta-Analysis of Norm-Referenced Standardized Test Batteries".
Kunci dari Pintar Matematika
Para peneliti menemukan, keterampilan kognitif yang sangat memengaruhi keterampilan matematika adalah pengetahuan akan pemahaman atau comprehension knowledge. Keterampilan ini mencakup kemampuan dalam bahasa, kosakata, dan kemampuan dalam penalaran verbal.
"Jika seseorang ingin masuk sekolah hukum, mereka akan mengikuti Tes Penerimaan Sekolah Hukum (Law School Admission Test). Bagian dari tes itu membutuhkan keterampilan pemahaman bacaan yang kuat serta skema mencerna informasi untuk memahami informasi baru yang dipelajari. Itulah pengetahuan pemahaman," katanya.
Kunci kedua dalam belajar matematika adalah penalaran yang cair, atau kemampuan untuk terlibat dalam penalaran deduktif maupun induktif.
"Contoh yang saya sukai untuk menjelaskan penalaran yang cair adalah, seberapa baik seorang siswa dapat mempelajari suatu permainan ketika tidak ada aturan sebelumnya atau tidak ada latar informasi yang dibutuhkan untuk melakukan itu?" kata Hajovsky, dikutip dari Phys.
"Ketika Anda menalar secara internal, Anda masih menggunakan pengetahuan dan informasi verbal, tetapi penalaran yang cair membantu Anda mengetahui informasi mana yang relevan dan mana yang tidak relevan," lanjutnya.
Kemampuan Matematika Dasar Juga Penting
Namun, peneliti juga menggarisbawahi kemampuan matematika yang baik bukan hanya soal memiliki kemampuan kognitif umum yang kuat. Keterampilan matematika dasar juga penting.
"Dalam penelitian kami, kami menemukan bahwa pemahaman angka, yang artinya pemahaman umum tentang matematika dan bagaimana angka-angka saling terkait, sama pentingnya dan merupakan fondasi yang kuat untuk keterampilan matematika laniutan," katanya.
Ia menegaskan kemampuan kognitif memang penting untuk pembelajaran dan hasil akademik, tetapi tidak sepenuhnya membentuk kemampuan matematika seseorang.
Simak Video "Video Trump Sebut Mahasiswa Tak Bisa Hitung 2+2 tapi Malah ke Harvard"
(nah/nwk)