Sebuah studi melaporkan bahwa sekitar sepertiga mahasiswa internasional yang memulai kuliah di Jerman memilih tetap bekerja di negara tersebut sampai masa pensiun. Ini berarti 1 dari 3 mahasiswa internasional betah bekerja di Jerman. Apa alasannya, ya?
Berdasarkan laporan Institut Ekonomi Jerman (IW), sebanyak 59% mahasiswa internasional tetap tinggal di Jerman selama 9 tahun sejak kedatangan mereka. Ini berarti sekitar 45% dari kelompok awal lulusan menjadi tersedia di pasar tenaga kerja Jerman sebagai profesional yang berkualifikasi akademis setelah menyelesaikan studi mereka.
Sementara 34% dari mahasiswa internasional yang awalnya hanya mengejar gelar, tetap berada di Jerman sebagai pekerja berkualifikasi hingga pensiun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan ini menunjukkan bahwa Jerman bisa meningkatkan keberhasilan akademis, mengurangi angka putus sekolah, dan membantu lulusan internasional untuk lebih cepat memasuki dunia kerja yang relevan.
Jumlah Mahasiswa Internasional Capai 500 Ribu Orang
Menurut data terbaru, jumlah mahasiswa internasional di Jerman mencapai 516.820 orang pada 2025/2026. Jumlah tersebut mewakili 18 persen dari jumlah mahasiswa di seluruh kampus di Jerman.
India menjadi negara penyumbang mahasiswa internasional terbanyak, mencapai 69.816 orang. Jumlah ini meningkat 17,5 persen dari tahun sebelumnya dan menjadikan warga India sebagai komunitas mahasiswa internasional terbesar di Jerman.
Meningkatnya jumlah mahasiswa internasional ini disambut baik oleh pemerintah Jerman. Mereka bahkan memperkirakan nilai surplus keuangan publik Jerman, apabila para mahasiswa tetap tinggal di Jerman untuk bekerja selama beberapa tahun setelah lulus.
Dari angkatan tahun 2023 saja, akan menciptakan surplus sebesar €23,1 miliar selama masa kerja mereka. Sementara untuk hampir 82.000 mahasiswa yang baru mengenyam pendidikan pada 2023 lalu, laporan tersebut memproyeksikan total kontribusi nilai tambah bruto sekitar €127 miliar sepanjang karier mereka.
Proyeksinya bahkan menunjukkan bahwa dua tahun setelah lulus, setoran mereka ke negara lewat pajak dan iuran jaminan sosial sudah melampaui biaya yang dikeluarkan pemerintah Jerman untuk menguliahkan mereka.
Kenapa Banyak Mahasiswa Internasional Betah di Jerman?
Alasan pertama adalah universitas negeri di Jerman relatif terjangkau. Selain itu, juga memiliki perluasan program pendidikan berbahasa Inggris dan jalur pekerjaan pasca-studi yang mapan.
Sebuah studi juga menyebut bahwa mahasiswa internasional memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bekerja di Jerman dibandingkan dengan tenaga kerja migran yang datang ke negara tersebut.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
