×
Ad

Ternyata Kepiting Jenis Ini Berkerabat dengan Laba-laba, Kok Bisa?

Kalila Untsa - detikEdu
Rabu, 30 Sep 2026 09:01 WIB
Foto: Britannica/Kepiting tapal kuda atau horseshoe crab.
Jakarta -

Ada satu jenis kepiting yang memiliki bentuk berbeda dari kepiting capit. Kepiting ini memiliki hubungan dekat dengan laba-laba dan kalajengking. Kok bisa?

Kepiting yang dimaksud adalah kepiting tapal kuda (Tachypleus gigas). Bentuknya seperti perisai atau tapal kuda dengan cangkang keras dan ekor memanjang dan runcing.

Berdasarkan catatan fosil, kepiting tapal kuda pertama kali muncul sekitar 450 juta tahun yang lalu. Meski sejenis kepiting, spesies ini ternyata tidak berkerabat dekat dengan kepiting dan krustasea lain.

Penelitian yang dilakukan oleh ahli biologi evolusi E. Ray Lankester, menempatkan kepiting tapal kuda di kelompok yang lebih mirip dengan laba-laba dan kalajengking sehingga dianggap sebagai nenek moyang araknida. Karena metode penelitian yang terbatas, Lankester saat itu tidak dapat memastikan data urutan molekuler, sehingga ada keraguan mengenai status kepiting tapal kuda.

Studi dari dua ahli biologi evolusi di University of Wisconsin-Madison, Jesús Ballesteros dan Prashant Sharma, yang dimuat di Systematic Biology, menganalisis data genetik untuk menetapkan posisi kepiting tapal kuda dalam pohon keluarga Arachnida.

"Dengan menunjukkan bahwa kepiting tapal kuda adalah bagian dari radiasi Arachnida, dan bukan garis keturunan yang terkait erat tetapi independen dari Arachnida, semua hipotesis sebelumnya tentang evolusi Arachnida perlu direvisi," kata Jesús Ballesteros, dikutip dari Science Daily, Selasa (29/9/2026).

Kenapa Kepiting Tapal Kuda Termasuk Kerabat Laba-laba?

Satu persamaan antara laba-laba dan kepiting, yakni keduanya memiliki 8 kaki untuk membantu hewan tersebut berjalan. Kepiting memiliki satu pasang 'kaki' tambahan yang dikenal sebagai capit.

Kepiting tapal kuda sulit diklasifikasikan dalam kelompok Arthropoda, yang dihuni oleh kepiting, karena analisis genom hewan tersebut berulang kali menunjukkan bahwa mereka berkerabat dengan Arachnida, yang dihuni oleh laba-laba, kalajengking, tungau, dan kutu.

"Para ilmuwan menganggap itu adalah kesalahan bahwa ada masalah dengan data," kata Ballesteros.

Meski ciri fisiknya mirip dengan kelompok Arthropoda, kepiting tapal kuda memiliki sistem pernapasan yang berbeda. Kepiting ini merupakan satu-satunya hewan laut yang bernapas dengan insang buku.

Laba-laba dan kalajengking juga memiliki organ serupa, yaitu paru-paru buku, yang sama digunakan untuk bernapas.

Uniknya, kepiting tapal kuda memiliki darah berwarna biru. Warna ini berasal dari kandungan hemocyanin, bukan hemoglobin, yang berfungsi mengangkut oksigen dan mengandung unsur tembaga sehingga darahnya berwarna biru.

Studi oleh dua ahli biologi evolusi tadi, meneliti dengan ketat mengenai posisi taksonomi kepiting tapal kuda menggunakan beberapa cara analisis. Hasilnya tetap sama, bahwa kepiting tapal kuda berada dalam pohon keluarga Arachnida.

Misteri yang Tersisa

Sementara itu, yang masih menjadi tanda tanya besar bagi ilmuwan adalah bagaimana kepiting tapal kuda bisa hidup di air, padahal araknida lainnya tinggal di daratan.

"Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penaklukan daratan oleh laba-laba lebih kompleks daripada sekadar peristiwa tradisi tunggal," kata Ballesteros.

Ada kemungkinan nenek moyang bersama Arachnida berevolusi di air dan hanya kelompok seperti laba-laba dan kalajengking yang berhasil mencapai daratan. Atau mungkin sebaliknya, nenek moyang bersama berevolusi di daratan lalu kepiting tapal kuda kembali mendiami laut.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.



Simak Video "Hii... Penampakan Serbuan Laba-laba di Kintamani Bali"

(faz/faz)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork