Pakistan Siap Kirim Astronaut Pertama ke Luar Angkasa, Siapa Sosoknya?

ADVERTISEMENT

Pakistan Siap Kirim Astronaut Pertama ke Luar Angkasa, Siapa Sosoknya?

Cicin Yulianti - detikEdu
Selasa, 29 Sep 2026 18:00 WIB
Astronaut in space above the clouds of the Earth..
Ilustrasi astronaut. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Pakistan bersiap mengirim astronaut pertamanya ke luar angkasa. Pakistan kini memiliki dua kandidat yang sedang menjalani pelatihan intensif di China.

Keduanya tengah berebut tiket untuk jadi astronaut pertama Pakistan. Dua pilot tersebut yakni Zeeshan Ali dan Khurram Daud.

Mereka menjalani pelatihan selama berbulan-bulan di China Astronaut Research and Training Center di Beijing. Misi ini sendiri adalah merupakan bagian dari kerja sama antariksa Pakistan dan China sejak 2019 silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siapa yang Akan Terpilih?

Keduanya kandidat astronaut sebelumnya terpilih dari sekitar 20 finalis yang disaring dari kumpulan awal pilot dan ilmuwan Pakistan. China belum mengumumkan siapa di antara keduanya yang akan terpilih.

ADVERTISEMENT

Namun, pejabat badan antariksa Pakistan, SUPARCO, Amer Gilani, mengatakan akan segera mengumumkan keputusan akhir pada akhir Oktober mendatang.

"Anda tidak bisa dengan mudah menemukan ilmuwan yang terbiasa bepergian dan menghadapi g-force tingkat tinggi," ujarnya dikutip dari Reuters, Selasa (29/9/2026).

Latihan Fisik-Bahasa Mandarin

Para kandidat menjalani berbagai pemeriksaan, mulai dari kondisi medis, ketahanan psikologis, hingga kemampuan menghadapi gaya gravitasi tinggi atau g-force saat peluncuran. Mereka juga belajar bahasa Mandarin.

Mereka juga dilatih melakukan aktivitas sehari-hari dalam kondisi tanpa bobot, termasuk makan, tidur, dan memperbaiki peralatan. Kandidat terpilih harus bisa melakukan itu karena nantinya ia akan ke stasiun luar angkasa Tiangong.

Misi ini masih bergantung banyak pada fasilitas luar angkasa China. Astronaut Pakistan akan menggunakan pesawat luar angkasa buatan China karena sejauh ini Pakistan belum memiliki pesawat luar angkasa berawak.

Misi astronaut Pakistan di Tiangong juga hanya akan berlangsung sekitar satu minggu. Durasi tersebut jauh lebih singkat dibandingkan rotasi sekitar enam bulan yang dijalani astronaut China.

Astronaut Pakistan dijadwalkan kembali ke Bumi bersama dua anggota kru China yang tiba di stasiun pada Mei. Sementara satu anggota kru lainnya diperkirakan tinggal selama satu tahun untuk penelitian mengenai fisiologi manusia dalam misi luar angkasa jangka panjang.

Bawa Eksperimen Pangan dan Perubahan Iklim

SUPARCO sebelumnya menerima lebih dari 300 proposal penelitian dari sejumlah universitas di Karachi, Lahore, dan Islamabad. Dari ratusan proposal tersebut, institusi China memilih empat eksperimen untuk dibawa dalam penerbangan.

Setiap eksperimen dibuat dan diuji terlebih dahulu di laboratorium milik SUPARCO sebelum mendapatkan persetujuan dari para insinyur China. Eksperimen terpilih berkaitan dengan bioteknologi dan ketahanan pangan serta perubahan iklim.



(cyu/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads