Sejak zaman dulu, orang-orang telah berupaya untuk menemukan bangkai kapal Nuh di penjuru Bumi. Kali ini, pandangan dunia tertuju pada formasi geologis yang menyerupai kapal di Gunung Ararat, Turki. Formasi tersebut dikenal sebagai situs Durupinar.
Dikutip dariIFL Science, sejak abad pertengahan, para ahli bertanya-tanya apakah istilah Ararat merujuk padaUrartu, nama Ibrani kuno untuk Armenia, sebuah negara yang letaknya tak jauh dari perbatasan timur Turki saat ini. Oleh karena itu, rangkaian pegunungan di wilayah timur Turki yang secara resmi bernama GunungAğrı kemudian dikenal luas sebagai Gunung Ararat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Formasi Durupınar terletak sekitar 29 kilometer di sebelah selatan puncak Gunung Ararat Besar dan merupakan bagian dari Gunung Tendürek. Kendati demikian, punggungan tanah berbentuk oval di lokasi tersebut sering disebut-sebut menyerupai haluan kapal raksasa.
Penelitian Kapal Nuh pada 2026
Upaya untuk menyelidik kapal Nuh baru ditekuni sekitar 100 tahun terakhir. Puluhan ekspedisi telah menjelajahi perbukitan di wilayah timur Turki demi menemukan kapal tersebut.
Pada Juni 2026, serangkaian penyelidikan baru di situsDurupınar dipimpin oleh ProfesorCenkerAtila dari Departemen Arkeologi UniversitasSivasCumhuriyet di Turki, yang melibatkan 25 ilmuwan dari berbagai negara. Kegiatan ini merupakan kerja sama berkelanjutan antara peneliti Turki dan sebuah kelompok asal California yang dikenal sebagai Noah's Ark Scan. Kelompok ini menjadi motor utama penyelidikan terkini di situs tersebut dan lebih mengutamakanpemindaiannoninvasif dibandingkan penggalian.
Riset baru yang rampung pada 11 September ini melanjutkan jenis pekerjaan yang sebelumnya telah dikerjakan bersama oleh kelompok tersebut. Website yang menjelaskan proyek ini menguraikan bagaimana tim akan menghasilkan model 2D dan 3D yang mendetail serta melakukan pemindaian radar bawah permukaan dengan presisi tinggi. Halaman yang sama juga menyebutkan bahwa hasil penyelidikan tersebut akan dipublikasikan pada 2027.
Struktur Geologis
Sejak hipotesis mengenai kapal ini pertama kali muncul pada 1970-an, kalangan ahli geologi dan arkeolog meragukan klaim tersebut. Pada 1996, para ahli geologi dari California State UniversityNorthridge menerbitkan sebuah studi mengenai FormasiDurupınar yang berjudul "Bogus 'Noah's Ark' from Turkey Exposed as a Common Geologic Structure" (Klaim Palsu 'Bahtera Nuh' dari Turki Terungkap sebagai Struktur Geologi Biasa).
Dalam tulisan tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa formasi itu hanyalah struktur geologi biasa yang keliru dianggap sebagai kapal Nuh semata-mata karena bentuknya yang agak menyerupai perahu. Mereka menyatakan bahwa penampilannya yang tidak lazim itu dapat dijelaskan secara sederhana melalui pelapukan mineral vulkanik, naiknya lumpur ke permukaan (upwelling), dan tanah longsor.
Salah satu penulis studi tersebut, David Fasold, awalnya meyakini bahwa struktur itu mungkin merupakan sisa-sisa sebuah perahu. Namun, setelah mengunjungi lokasi tersebut pada tahun 1990-an, ia menjadi yakin bahwa hal itu hanyalah sebuah kebohongan belaka.
