2 Spesies Serangga Ranting Ditemukan di Australia, Satunya Sempat Hilang 50 Tahun

ADVERTISEMENT

2 Spesies Serangga Ranting Ditemukan di Australia, Satunya Sempat Hilang 50 Tahun

Cicin Yulianti - detikEdu
Minggu, 27 Sep 2026 20:00 WIB
A representative of Anchiale: A. mabiensis sp. nov. female, in situ (photo by Angus J. Emmott).
Individu betina Anchiale mabiensis sp. nov. di hutan Mabi. Foto: Angus J. Emmott
Jakarta -

Beberapa serangga ranting sekilas terlihat mirip ranting pepohonan atau tanaman. Ternyata, ada banyak spesies dari serangga unik ini.

Penemuan dua spesies serangga ranting terjadi di Queensland, Australia. Keduanya yaitu Anchiale mabiensis dan Anchiale robusta.

Para ilmuwan menyebut bahwa salah satunya, Anchiale robusta, merupakan spesies yang pernah hilang puluhan tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya saja, identitasnya keliru sehingga keberadaan serangga ranting itu tidak dikenali sebagai spesies yang berbeda selama sekitar 50 tahun.

ADVERTISEMENT

Spesies Ini Bersembunyi di Hutan

Spesies serangga ranting ini menjadi kian menarik karena termasuk hewan yang habitatnya di hutan Mabi, Atherton Tablelands. Kawasan tersebut merupakan hutan yang terancam punah.

Hutan Mabi merupakan ekosistem yang sangat terancam. Pada 2021, luas hutan Mabi yang tersisa diperkirakan hanya sekitar 1.050 hektare.

Kawasan tersebut juga telah terpecah menjadi sejumlah petak yang dikelilingi oleh lahan pertanian. Kondisi ini membuat habitatnya semakin rentan.

Dari hasil pengamatan terkait asal lingkungannya, peneliti menyimpulkan bahwa Anchiale mabiensis adalah spesies endemik. Artinya, serangga ranting ini secara alami hanya bisa ditemukan pada kawasan tersebut.

"Temuan ini menunjukkan pentingnya melindungi ekosistem yang terancam dan mendokumentasikan keanekaragaman hayati Australia yang luar biasa sebelum kita kehilangan spesies yang bahkan belum sempat kita temukan," ujar ahli entomologi Braxton Jones dari University of Sydney, dikutip dari Science Alert.

Pernah Ditemukan pada 1976

Anchiale robusta sp. nov. in situ. (a) Male. (b) Female. (c) Female defence display, inset: wings of preserved paratype female. (d) Coastal habitat, Bramston Beach, Qld. (e) Garden habitat, Kuranda, Qld (all photos by PDB).Anchiale robusta sp. nov. in situ. (a) Individu jantan. (b) Betina. (c) Bentuk pertahanan individu betina dengan sayap. (d) Habitat di pesisir Bramston Beach, Queensland. (e) Habitat di taman Kuranda, Queensland. Foto: PDB

Mengapa Anchiale robusta disebut pernah menghilang selama 50 tahun? Serangga ranting tersebut ternyata tidak benar-benar baru ditemukan.

Penemuannya sudah tercatat pada tahun 1976. Namun, A. robusta saat itu diidentifikasi sebagai spesies Ctenomorphodes briareus.

Setelah dikaji kembali, spesies kemudian berganti nama menjadi Anchiale briareus pada 2007. Walau begitu, penelitian terus berlanjut.

Hingga pada akhirnya, para ilmuwan melakukan analisis genetik dan memeriksa karakteristik fisik serangga dengan lebih detail. Mereka menyimpulkan bahwa Anchiale robusta punya perbedaan yang jelas dan bisa dikelompokkan ke dalam spesies tersendiri.

"Bahkan di antara beberapa serangga Australia yang paling sering difoto dan dilaporkan, kami masih menemukan spesies yang selama ini luput dari pengakuan ilmiah," kata Jones.

Salah satu petunjuk penting untuk membedakan berbagai spesies serangga ranting ternyata berasal dari telurnya. Serangga ranting menghasilkan telur dengan bentuk yang sangat khas.

Misalnya, telur Anchiale mabiensis berwarna cokelat seperti kopi. Bentuknya tidak terlalu mengilap dan memanjang dibandingkan telur spesies kerabatnya.

Yang lebih menarik, telur spesies ini memiliki cincin di bagian dalam "tutup" telur. Ciri tersebut sejauh ini belum ditemukan pada serangga ranting lainnya.

Adapun telur Anchiale robusta memiliki warna cokelat yang lebih gelap. Ketika baru dikeluarkan, permukaannya sangat mengilap.

Dengan penemuan dua spesies ini, ilmuwan mengingatkan bahwa masih banyak rahasia keanekaragaman hayati yang mungkin tersembunyi di habitat yang tersisa. Karena itu, manusia harus menjaga setiap habitat atau kawasan hutan tempat bersarangnya hewan-hewan.

Selain itu, kisah penemuan serangga ini bisa menjadi pelajaran bahwa tidak semua pengetahuan yang sudah ada itu pasti dan lengkap melainkan harus terus ditinjau. Penemuan ini secara resmi telah dilaporkan dalam jurnal Austral Entomology melalui artikel "A Revision of Australian Anchiale Stål, 1875 (Phasmida: Phasmatidae), with the Description of Two New Species", dipublikasi 21 September 2026.



(cyu/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads