Komunikasi merupakan salah satu keterampilan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari lingkup keluarga, lingkungan tempat tinggal, hingga lingkungan kerja, seluruhnya membutuhkan komunikasi yang baik supaya ide dan informasi bisa tersampaikan dengan jelas.
Namun, bagaimana menjadi pendengar yang baik dapat meningkatkan skill komunikasi seseorang?
Menjadi Pendengar yang Baik
Biasanya, seseorang lebih suka menceritakan tentang dirinya sendiri dibandingkan dengan mendengarkan pengalaman orang lain. Artinya, memang menjadi pendengar yang baik bukan kemampuan yang dimiliki semua orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakar komunikasi dan public speaking asal Harvard, Marjorie North, pernah mencatat bahwa kita hanya mendengar sekitar setengah dari apa yang dikatakan orang lain selama percakapan tertentu.
Keaktifan dalam mendengar akan memastikan kita bisa memahami ucapan orang lain dan pesan yang disampaikan dengan lebih teliti. Cara ini akan membuat kita memiliki kemampuan untuk memahami sekitar dengan lebih baik.
Ini tips untuk kamu yang ingin menjadi pendengar yang baik!
- Memberi perhatian penuh terhadap lawan bicara
- Kontrol pikiran dari penilaian dan keinginan melawan argumen
- Hindari godaan untuk menyela
- Bersikap dengan bahasa tubuh yang terbuka
Meski cukup krusial, menjadi pendengar yang baik hanya satu dari enam hal yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan skill komunikasi, lho!
5 Tips Agar Skill Komunikasi Meningkat
Berikut ini adalah lima tips lain supaya skill komunikasi kamu semakin meningkat, dikutip dari laporan Harvard.
1. Mengenal lawan bicara
Setiap berkomunikasi dengan seseorang, cobalah untuk lebih mengenal lawan bicara. Hal ini supaya kita dapat menyesuaikan gaya bicara dan informasi yang disampaikan dengan lawan bicara.
2. Kontrol diri
Pada beberapa kesempatan saat berkomunikasi, pastinya ada respons yang kurang sesuai dengan yang diharapkan. Namun, hal ini perlu ditanggapi dengan baik supaya tidak menjadi konflik lebih lanjut.
Misalnya, setelah mendapat respons kurang baik, kita bisa merespons dengan penjelasan atau ritme penyampaian yang lebih bisa diterima. Jika penjelasan kurang bisa dipahami, latihlah penjelasan dengan memberi poin-poin penting.
3. Mengidentifikasi tujuan
Setiap hari, kita melakukan aktivitas yang variatif. Dalam setiap aktivitas, kita bisa belajar mengidentifikasi tujuan, seperti apa yang ingin dicapai, baik secara langsung maupun jangka panjang.
Latihan mengidentifikasi ini, akan membuat kita terbiasa merespons lawan bicara saat berkomunikasi. Dengan memahami tujuan, maka bisa membuat komunikasi lebih efektif, demikian dilansir laman Walden University.
4. Menentukan momentum
Hal ini berhubungan dengan kemampuan menjadi pendengar yang baik. Kamu bisa saja memilih waktu yang kurang tepat karena terlalu fokus untuk mengutarakan informasi yang kamu inginkan.
Misalnya, ketika kamu sedang berkumpul bersama teman-temanmu dan secara tiba-tiba mengubah topik pembicaraan saat mereka sedang bercanda. Seharusnya, tunggu dulu sampai mereka selesai bercanda, barulah sampaikan topik yang kamu bawa.
5. Melatih kecerdasan emosional
Komunikasi yang baik merupakan tanda dari seseorang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi. Maka itu, melatih kecerdasan emosional bisa meningkatkan skill komunikasi.
Artinya, sebelum memahami orang lain, pastikan individu kerap melakukan evaluasi dan memahami perasaan sendiri. Setiap hari, kita juga bisa melatih mengontrol emosi atas peristiwa sehari-hari.
Dengan memahami diri sendiri dan belajar mengelola emosi, akan lebih mudah memahami orang lain dan lingkungan sekitar. Ini menjadi modal penting untuk meningkatkan skill komunikasi.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
