Masyarakat belakangan resah lantaran sejumlah gunung berapi erupsi secara bersamaan. Contohnya, terdapat Gunung Anak Krakatau, Sinabung, Merapi, hingga Semeru.
Apakah artinya letusan suatu gunung berapi dapat memicu letusan yang lainnya? Badan Geologi Kementerian ESDM memberikan jawabannya.
Apakah Erupsi Satu Gunung Berapi Bisa Memicu yang Lainnya?
Badan Geologi menegaskan fenomena gunung berapi erupsi secara bersamaan bukanlah hal yang aneh. Pasalnya, Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik dan memiliki banyak gunung api aktif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa gunung api bisa saja erupsi pada hari yang sama secara alami. Sehingga, hal ini tidak otomatis mengindikasikan suatu fenomena besar yang mengkaitkan semuanya.
Melalui akun Instagram resmi, Badan Geologi juga menegaskan erupsi yang terjadi tidak selalu besar. Erupsi bisa merupakan aktivitas rutin si gunung api. Setiap gunung api mempunyai karakteristik yang berbeda.
Walau demikian, yang perlu digarisbawahi adakah apakah aktivitasnya berubah signifikan dari pola normal sebelumnya. Masyarakat juga diimbau mematuhi rekomendasi radius berbahaya.
"Erupsi beberapa gunung api yang terjadi pada hari yang sama merupakan aktivitas vulkanis yang alami dan tidak saling memicu satu dan yang lainnya," tulis Badan Geologi.
Gunung-gunung Paling Sering Erupsi 100 Hari Terakhir
Menurut Badan Geologi, ada ribuan erupsi terjadi dalam 100 hari terakhir. Erupsi terbanyak dalam periode 100 hari belakangan ini terjadi pada gunung-gunung berikut:
- Gunung Semeru, Jawa Timur
- Gunung Ibu, Maluku Utara
- Gunung Lewotobi Laki-laki, NTT
- Gunung Dukono, Maluku Utara
- Gunung IIi Lewotolok, NTT.
Perkembangan Terkini Anak Krakatau
Berdasarkan keterangan resmi Badan Geologi, satu periode erupsi menerus Anak Krakatau sejak 4 September pukul 23.07 WIB telah berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Periode erupsi menerus ini berlangsung selama 25 jam.
Walau demikian, dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau dan dievaluasi. Kemungkinan terjadinya letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya masih tinggi.
Ancaman bahaya erupsi berasal dari lontaran batu pijar yang disertai hujan abu lebat. Potensi bahaya lain juga datang dari aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.
