Dubes Rusia: Ada Peluang Kerja Sama Bidang Tenaga Kerja dengan Indonesia

ADVERTISEMENT

Dubes Rusia: Ada Peluang Kerja Sama Bidang Tenaga Kerja dengan Indonesia

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 02 Sep 2026 13:30 WIB
Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, H E Sergei Tolchenov
Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, H E Sergei Tolchenov. (Foto: Nikita Rosa/detikedu)
Jakarta -

Jerman, Jepang, bahkan Australia membuka peluang untuk warga Indonesia bekerja di negara mereka lewat berbagai program. Apakah Rusia akan membuka program serupa?

Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, H E Sergei Tolchenov, mengatakan Rusia dan Indonesia sedang membuka kerja sama di bidang tenaga kerja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejak tahun lalu, kami juga mulai menjajaki kemungkinan kerja sama di bidang tenaga kerja. Artinya, kami bisa mendatangkan tenaga kerja Indonesia, seperti juru las (welder), atau bahkan mungkin dokter dan profesi lainnya," tutur Tolchenov ditemui usai Pelepasan Delegasi Indonesia ke IFY 2026 di Russian House, Jalan Diponegoro, No. 12, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Tolchenov mengatakan pihaknya belum membuka peluang kerja khusus generasi muda. Namun, isu ketenagakerjaan masuk dalam agenda Pemerintah Federasi Rusia.

ADVERTISEMENT

"Saya belum mendengar adanya program khusus yang ditujukan bagi kalangan muda. Namun secara umum, kerja sama di bidang ketenagakerjaan memang masuk dalam agenda kami," ujarnya.

Pemerintah Rusia Perbolehkan Mahasiswa Asing Bekerja Setelah Lulus

Lebih lanjut, Tolchenov menuturkan jika Pemerintah Rusia telah mengizinkan para mahasiswa asing yang menempuh studi di universitas Rusia untuk bekerja selama liburan musim panas atau kesempatan lainnya.

"Tentu saja, kami berharap mereka semua akan kembali ke Indonesia untuk membangun negara Anda. Namun, jika ada di antara mereka yang ingin tinggal dan bekerja di negara saya, kami pun menyambut baik hal tersebut," ungkapnya.

Menetap di Rusia usai menamatkan studi bukanlah hal yang dilarang.Tolchenov melihat ini sebagai sebuah kontribusi.

"Hal itu tidak dilarang, bisa dilakukan, dan akan menjadi sebuah kontribusi. Selain itu, Mereka adalah kaum muda, jadi ini tentu hal yang positif," ujarnya.

Ia berharap akan semakin banyak orang Indonesia yang datang ke Rusia. Tidak hanya di ibu kota Moskow, tetapi juga wilayah lain.

"Saya berharap di tahun-tahun mendatang akan semakin banyak orang Indonesia yang datang ke negara saya. Tidak hanya ke Moskow atau Ekaterinburg, tetapi juga ke wilayah lain seperti Siberia maupun bagian lain dari negara saya," harapnya.



(nir/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads