×
Ad

Kisah Eunice Foote, Ilmuwan Perempuan Penemu Gas Rumah Kaca

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 25 Agu 2026 09:00 WIB
Eunice Netwon Foote. (Foto: Laman Resmi NOAA)
Jakarta -

Eunice Newton Foote adalah ilmuwan 'terabaikan' yang menemukan efek rumah kaca pada tahun 1850. Namun, karena ilmuwan perempuan pada saat itu bukanlah hal yang lumrah, temuan Foote diungkapkan kepada dunia oleh rekan kerjanya.

Penemuan Foote dinilai legendaris karena merupakan awal mula dari penelitian tentang krisis iklim. Dinilai sangat berjasa, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) sampai merayakan ulang tahunnya yang ke-200 beberapa tahun lalu.

Pada masa itu, Foote dikenal sebagai ilmuwan amatir yang disebut juga sebagai filsuf alam. Ia melakukan beberapa eksperimen awal untuk menyelidiki pengaruh berbagai gas atmosfer terhadap panas dari sinar Matahari.

Dengan menggunakan tabung kaca yang berisi termometer air raksa, Foote menemukan bahwa efek pemanasan Matahari lebih besar pada udara lembap dibandingkan udara kering. Efek tersebut paling tinggi pada tabung yang berisi karbon dioksida.

"Wadah yang berisi gas ini menjadi sangat panas, terasa jauh lebih panas dibandingkan wadah lainnya, dan saat dijauhkan [dari Matahari], proses pendinginannya memakan waktu jauh lebih lama," tulis Foote dalam buku catatannya seperti dikutip dari laman NOAA, Senin (24/8/2026).

Eksperimen Amatir

Eksperimen Foote dinilai belum cukup canggih untuk mengungkap bagaimana karakteristik atmosfer bisa memengaruhi pemanasan akibat sinar matahari. Temuan tersebut tidak menunjukkan bahwa uap air dan gas rumah kaca meningkatkan suhu Bumi bukan dengan menyerap sinar Matahari yang masuk, melainkan dengan menyerap panas yang dipancarkan oleh permukaan Bumi. Kendati demikian, eksperimen Foote memberikan wawasan baru mengenai karbon dioksida dan iklim Bumi:

"Atmosfer yang mengandung gas tersebut akan memberikan suhu tinggi bagi Bumi kita; dan jika, seperti dugaan sebagian pihak, pada suatu masa dalam sejarahnya udara mengandung proporsi gas tersebut yang lebih besar daripada saat ini, maka peningkatan suhu... pastilah terjadi," tulis Foote.

Karya Foote Dibacakan oleh Rekan Kerja Pria

Eksperimen Foote dibawa ke publik pada 23 Agustus 1856 dalam Pertemuan Tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS). Namun bukan oleh dirinya sendiri, melainkan oleh seorang rekan pria, Joseph Henry.

Prof. Henry membacakan makalah karya Ny. EuniceFoote, serayamengawalinya dengan pernyataan bahwa sains tidak mengenal batasan negara maupun jenis kelamin. Ranah perempuan mencakup tidak hanya hal-hal yang indah dan bermanfaat, tetapi juga kebenaran.

Karya tersebut menunjukkan bahwa karbon dioksida dan uap air memengaruhi pemanasan akibat radiasi Matahari. Ia memaparkan temuannya ini tiga tahun sebelum John Tyndall, ilmuwan Irlandia.

Eksperimen Tyndall yang lebih canggih berhasil membuktikan bahwa efek rumah kaca Bumi disebabkan oleh uap air dan gas-gas lain, seperti karbon dioksida, yang menyerap serta memancarkan energi inframerah termal, bukan cahaya Matahari tampak.

Dalam publikasinya, Tyndall mengakui kontribusi Mathias Pouillet terkait penelitian mengenai transmisi radiasi Matahari melalui atmosfer, namun tidak menyebutkan nama Foote. Tidak diketahui secara pasti apakah Tyndall mengetahui karya Foote atau menganggapnya



Simak Video "Video Masyarakat Sipil Dunia Geruduk COP30 Brasil, Ini yang Dikritisi"

(nir/pal)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork