BMKG Prediksi Gempa Susulan di NTT Bisa Berlangsung hingga 4 Minggu

ADVERTISEMENT

BMKG Prediksi Gempa Susulan di NTT Bisa Berlangsung hingga 4 Minggu

Devita Savitri - detikEdu
Sabtu, 22 Agu 2026 20:01 WIB
Ilustrasi Gempa
Ilustrasi gempa Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9
Jakarta -

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Wijayanto ungkap gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa terus terjadi hingga 3-4 minggu ke depan. Kejadian ini terus terjadi pasca-gempa bumi utama M7,7 di Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.

Diketahui sudah ada lebih dari 4 ribu gempa susulan yang terus terjadi. Gempa susulan ini masih memperlihatkan pola temporal yang kompleks dan belum sederhana.

"Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan. Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama, meningkat menjadi 746 pada hari kedua, kemudian berkisar 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, namun naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam," kata Wijayanto di Jakarta, Jumat (21/8) dalam rilis resmi BMKG dikutip, (22/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gempa Susulan Kekuatannya Cukup Besar

Berbagai gempa susulan yang terjadi, memiliki kekuatan yang cukup besar. Dengan begitu, warga setempat kembali ikut merasakan gempa tersebut.

ADVERTISEMENT

"BMKG mencatat peristiwa guncangan kuat terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB berkekuatan M5,6, serta 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB berkekuatan M5,8. Selanjutnya, gempa signifikan kembali mengguncang pada 20 Agustus 2026 pukul 09.47 WIB dengan kekuatan M5,8," jabarnya.

Intensitas ini juga memicu kerusakan susulan pada struktur bangunan dan jembatan terdampak. Tak hanya bangunan yang rusak, gempa susulan juga menimbulkan bencana tanah longsor di sejumlah titik.

Fokus Aktivitas Gempa Masih Dinamis

Menurut data seismisitas harian atau data terkait ukuran frekuensi, jenis, dan sebaran geografis gempa bumi di suatu wilayah tertentu, menjelaskan fokus aktivitas gempa terus berubah. Gempa susulan tidak menyebar secara homogen, tapi membentuk beberapa klaster.

Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M7,7 di utara Nagekeo dan membentang mengikuti arah Flores Back-arc Thrust. Sementara itu, klaster susulan lainnya muncul di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.

Selama pemantauan, BMKG menemukan bila pada hari pertama hingga keempat pasca-gempa utama, gempa bumi menyebar merata di seluruh klaster dari timur ke barat. Namun, pada hari kelima dan keenam, aktivitas seismik bergeser dan memusatkan kekuatannya di klaster bagian barat.

"Sementara klaster bagian timur mulai menurunkan intensitas aktivitasnya secara bertahap," papar BMKG.

Hingga saat ini, BMKG terus memantau perkembangan gempa susulan dengan sistem pemantauan real-time 24 jam sehari selama 7 hari seminggu. Hasil pemantauan akan dianalisis lebih lanjut oleh petugas BMKG di lapangan.

BMKG juga mengimbau masyarakat terdampak untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat luas juga diimbau untuk mengikuti informasi melalui kanal-kanal resmi BMKG.

"Untuk memastikan keterbukaan informasi, BMKG mempublikasikan pembaruan data aktivitas gempa bumi susulan secara rutin dua kali sehari, yaitu setiap pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB. Informasi resmi ini dapat diakses publik secara luas melalui kanal media sosial resmi BMKG seperti di Instagram, Facebook, dan WhatsApp Channel," pungkas Wijayanto.



(det/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads