Penemuan Peradaban Kuno dari Era 600 SM Tersembunyi di Amazon, Peneliti Pakai LiDAR

ADVERTISEMENT

Penemuan Peradaban Kuno dari Era 600 SM Tersembunyi di Amazon, Peneliti Pakai LiDAR

Kalila Untsa - detikEdu
Sabtu, 22 Agu 2026 13:00 WIB
Pemetaan peradaban kota kuno di Amazon dengan teknologi LiDAR.
Foto: Martti Pärssinen via BBC/Pemetaan peradaban kota kuno di Amazon dengan teknologi LiDAR.
Jakarta -

Para arkeolog berhasil menemukan peradaban kuno dari 600-850 SM di Amazon. Penemuan ini terjadi berkat teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR).

LiDAR adalah teknologi penginderaan jarak jauh yang menggunakan sinar laser untuk mengukur jarak suatu objek dari sensor. Sensor LiDAR menembakkan Cchaya ke suatu objek, kemudian mengukur durasi waktu yang diperlukan cahaya untuk kembali ke sensor setelah memantul.

Perhitungan waktu tempuh ini kemudian dikonversi menjadi data jarak yang, jika dikumpulkan dari berbagai sudut, membentuk representasi tiga dimensi yang akurat dari lingkungan yang dipindai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peradaban Kota Kuno yang Tersembunyi

Dalam studi berjudul "Over 20,000 precolonial earthworks in the Southwest Amazonia" oleh Martti Pärssinen dkk mengungkapkan bahwa kota kuno yang ditemukan memiliki ukuran yang tiga kali lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Berdasarkan pengamatan dengan LiDAR luas wilayah kota kuno mencapai 4.400 km, yang terletak di wilayah barat daya Amazon Basin.

ADVERTISEMENT

Selain ukuran peradabannya, ditemukan pula ribuan pola geometris, disebut sebagai geoglyph, yang tampak terhubung oleh jalan besar atau jalan setapak.

"Berdasarkan survei LiDAR yang mencakup 4.500 km², kami memperkirakan bahwa seluruh wilayah Aquiry seluas 183.000 km² mungkin mengandung sekitar 24.000 hingga 30.000 pekerjaan tanah yang dihubungkan oleh ratusan jalan, yang mengungkapkan skala modifikasi lanskap yang sebelumnya tak terbayangkan untuk bagian Amazonia ini." kata Profesor Martti Pärssinen selaku penulis utama dikutip dari BBC Science Focus.

"Selanjutnya, kami akan menyelidiki bagaimana distribusi mereka berkaitan dengan ekosistem yang berbeda, serta lokasi galian tanah dan jaringan jalan kuno," imbuhnya.

Jenis LiDAR dan Fungsinya

1. Terrestrial

LiDAR jenis ini bekerja dari permukaan tanah, atau yang biasanya digunakan pada kendaraan untuk pemetaan jalan, gedung, atau lokasi konstruksi. Terrestrial LiDAR dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu mobile, yang digunakan pada kendaraan yang bergerak, dan static, yang digunakan di satu titik tetap seperti pertambangan.

2. Bathymetric

Tipe ini menggunakan laser berwarna hijau untuk menembus permukaan air dan digunakan dalam pemetaan dasar sungai, danau, atau laut dangkal. Laser hijau ini bertujuan untuk dapat mengukur elevasi digital dasar laut.

Bathymetric juga memiliki sistem hibrida dengan aerial topografi yang dikenal dengan sistem topobatimetri. Sistem ini mampu menangkap medan daratan dan bawah air sekaligus dalam satu kali lintasan.

3. Aerial

Sesuai dengan namanya, LiDAR ini digunakan pada drone atau pesawat untuk memetakan daerah luas seperti hutan, pegunungan, hingga wilayah pertanian. Jenis ini terbagi menjadi dua yaitu topografi dan batimetri.

Topografi dapat digunakan untuk membuat model permukaan bagi banyak aplikasi seperti kehutanan hingga perhitungan volumetrik. Tipe inilah yang digunakan oleh arkeolog untuk memetakan area luas seperti hutan Amazon.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.



(faz/faz)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads