Bukan 1945, Ini Sejarah Awal Bendera Merah Putih hingga Digunakan oleh Indonesia

ADVERTISEMENT

Bukan 1945, Ini Sejarah Awal Bendera Merah Putih hingga Digunakan oleh Indonesia

Kalila Untsa - detikEdu
Jumat, 21 Agu 2026 09:30 WIB
Bendera Merah Putih pertama kali dikibarkan pada proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Lalu, apa arti merah putih pada bendera Indonesia?
Foto: Getty Images/iStockphoto/Yamtono_Sardi/Bendera Merah Putih.
Jakarta -

Setiap 17 Agustus, bendera Merah Putih berkibar di setiap sudut jalan, perkampungan, hingga depan gedung-gedung pemerintahan. Meriahnya pemasangan bendera Merah Putih dilakukan dalam rangka memperingati Proklamasi Kemerdekaan RI pada 1945.

Namun, tahukah detikers bahwa bendera warna merah putih sudah dipakai jauh sebelum 17 Agustus 1945? Bahkan pada 1922, mahasiswa Indonesia di Belanda sudah lebih dulu menggunakan bendera berwarna merah putih.

Lantas, seperti apa sejarah awal penggunaan warna merah putih hingga dipakai sebagai bendera nasional?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jejak Merah Putih sebelum Era Kerajaan Nusantara

Jauh sebelum ada Indonesia, bahkan sebelum era kerajaan Nusantara, nenek moyang dari bangsa Austronesia sudah mempercayai kombinasi warna merah putih. Merah dianggap sebagai lambang ibu, bumi, tanah lahir, elemen darah, sedangkan putih dianggap sebagai lambang langit, kesucian, dan dimensi spiritual, demikian dilansir Puslapdik Kemendikdasmen RI.

Bagi bangsa Austronesia, merah-putih melambangkan keseimbangan alam semesta. Kombinasi warna ini dipercaya sebagai sumber kekuatan.

ADVERTISEMENT

Sementara dalam tradisi Jawa Kuno, konsep merah putih juga muncul dalam makanan bubur (jenang). Jenang abang (merah) dan putih dianggap melambangkan asal-usul manusia dari ayah dan ibu.

Warna merah melambangkan keberanian, energi, kekuatan hidup, dan unsur kewanitaan (darah ibu), sedangkan putih melambangkan kesucian, niat tulus, dan unsur ayah.

Unsur dalam Bendera Kerajaan di Nusantara

Unsur warna merah putih banyak ditemukan di bendera atau panji kerajaan Nusantara. Salah satunya digunakan oleh Kerajaan Majapahit.

Dalam Prasasti Butak (1294), disebutkan bahwa bendera kebesaran Majapahit dijuluki Sang Saka Getih-Getah Samudra. Warna merah putih melambangkan kejayaan dan perang dengan sembilan garis horizontal: lima merah dan empat putih.

Selain Majapahit, bendera atau panji-panji merah putih juga digunakan oleh Kerajaan Kediri, Kerajaan Bugis, perang di Aceh, hingga Pangeran Diponegoro. Bahkan tokoh terkenal dari tanah Batak, Sisingamangaraja IX, juga menggunakan warna merah putih sebagai bendera perangnya.

Pangeran Diponegoro disebutkan menggunakan umbul-umbul berwarna merah putih saat berjuang melawan Belanda, tepatnya pada saat Perang Jawa 1825 hingga 1830.

Merah Putih Digunakan Mahasiswa Indonesia di Belanda

Bendera Merah Putih pertama kali digunakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia pada 1922 di Belanda saat menghadiri konferensi Driebergen sebagai simbol pergerakan nasional. Kala itu, bendera memiliki simbol kepala kerbau (atau banteng) di tengahnya.

Kemudian bendera Merah Putih juga digunakan saat Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Pada kongres ini pula lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' pertama kali diperdengarkan.

Setelahnya, Belanda melarang penggunaan Merah Putih hingga Jepang menduduki Indonesia, barulah gagasan menggunakan bendera Merah Putih kembali muncul. Saat itu Jepang mengizinkan penggunaan terbatas.

Dijadikan Warna Bendera Indonesia

Dalam pertemuan BPUPKI, dibahas mengenai penggunaan bendera dan lagu kebangsaan yang sama di seluruh wilayah Indonesia. Merah Putih akhirnya dipilih menjadi bendera nasional, yang secara resmi dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan RI.

Dikutip dari buku Catatan Kecil Bersama Bung Karno, Volume 1 (1978) karya Fatmawati, Sang Pusaka Merah Putih dijahit oleh Fatmawati, Ibu Negara RI pertama, yang mendapat kain katun merah dan putih dari Hitoshi Shimizu selaku kepala bagian propaganda Gunseikanbu pada Oktober 1944. Saat itu, sang Ibu Negara sedang mengandung anak pertama dan kain yang diberikan sebelumnya telah diniatkan untuk dibuat baju untuk anak pertamanya pula.

Setelah dikibarkan pada 17 Agustus 1945, bendera Merah Putih dibawa oleh presiden, wakil presiden, dan para menteri yang pindah ke Yogyakarta. Karena kondisi yang tidak aman, Merah Putih dibagi menjadi dua bagian yang disimpan terpisah oleh Husein Mutahar.

Bendera asli Sang Saka Merah Putih terakhir kali dikibarkan pada 17 Agustus 1968. Setelah itu, bendera diganti dengan duplikat dan yang asli disimpan di Monumen Nasional.

Indonesia sendiri mengambil arti bendera Merah Putih, di mana merah berarti berani dan putih berarti suci. Dalam arti lain, merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.



(faz/faz)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads