Wah! Ada Lanskap 'Sarang Lebah' Misterius di Mars

ADVERTISEMENT

Wah! Ada Lanskap 'Sarang Lebah' Misterius di Mars

Nograhany Widhi Koesumawardani - detikEdu
Selasa, 04 Agu 2026 20:15 WIB
Gambar close-up dari retakan poligon yang ditemukan oleh rover Curiosity milik NASA di Mars menyoroti teksturnya yang mirip sarang lebah
Foto: NASA/JPL-Caltech/MSSS
Jakarta -

Ada lanskap berbentuk sarang lebah misterius di Mars. Bagaimana terbentuknya?

Lanskap kumpulan poligon yang kalau dilihat dari atas seperti sarang lebah ini ditemukan wahana penjelajah Curiosity milik NASA, demikian dilansir Science Daily, Sabtu (1/8/2026), dikutip Selasa (4/8/2026).

Retakan poligonal, masing-masing berukuran sekitar 4 cm hingga 8 cm. Gambar lanskap 'sarang lebah' itu diambil Curiosity dalam panorama 360 derajat pada tanggal 19-20 Juni 2026 lalu. Poligon-poligon tersebut membentang di seluruh medan ke segala arah, berlanjut sejauh yang dapat dilihat oleh wahana NASA itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pola-pola tersebut juga menjalar di sisi-sisi bukit terdekat yang dijuluki "Miraflores." Formasi tersebut menjulang setinggi 6 meter di atas lanskap sekitarnya dan ditutupi oleh lapisan pasir yang tebal.

ADVERTISEMENT

"Kami telah melihat banyak bentang alam yang menakjubkan melalui mata Curiosity, tetapi lautan poligon ini benar-benar membuat kami takjub," kata ilmuwan proyek misi tersebut, Ashwin Vasavada dari Jet Propulsion Laboratory NASA.

Bagaimana 'Sarang Lebah' di Mars Terbentuk?

"Kami mengukur bentuk dan komposisi kimianya dengan cermat dan berharap ada petunjuk dalam data tentang bagaimana fitur-fitur ini terbentuk," imbuh Vasvada.

Beberapa formasi poligonal yang sebelumnya diperiksa oleh Curiosity jelas bermula dari retakan pada lumpur yang mengering. Namun, beberapa proses berbeda dapat menghasilkan tampilan seperti sarang lebah ini.

Pemanasan dan pendinginan berulang dapat memecah tanah menjadi bentuk-bentuk geometris. Kompresi juga dapat menciptakan pola serupa dengan memaksa air keluar dari sedimen setelah material tersebut terkubur di bawah permukaan.

Para ilmuwan kini sedang mempelajari formasi yang baru ditemukan untuk menentukan proses mana, atau mungkin kombinasi dari proses-proses tersebut, yang membentuk bentang alam di Valle Grande.

Hamparan poligon yang sangat besar ini adalah penemuan terbaru dalam serangkaian penemuan tak terduga yang dilakukan oleh Curiosity sejak mendarat di Mars 14 tahun lalu, pada 5 Agustus 2012.

Bukti Mars Pernah Berair

Miliaran tahun yang lalu, danau dan sungai tersebar di kaki bukit bagian bawah Gunung Sharp, sebuah gunung setinggi 5 kilometer yang telah didaki Curiosity sejak tahun 2014.

Wahana penjelajah tersebut telah menemukan jejak kimia yang tertinggal akibat periode yang lebih basah ini. Temuan ini termasuk molekul berbasis karbon yang diyakini sebagai prekursor RNA dan DNA, dua asam nukleat yang membawa informasi genetik.

Para ilmuwan tidak dapat menentukan apakah molekul organik tersebut dihasilkan melalui proses biologis atau geologis. Meskipun demikian, penemuan ini sekali lagi menegaskan bahwa Mars purba mengandung bahan kimia yang dibutuhkan untuk mendukung kehidupan.

Selama perjalanannya, wahana penjelajah ini telah menemukan kristal belerang, meteorit reflektif, dan banyak fitur geologis lainnya. Lebih penting lagi, Curiosity telah mengubah pemahaman para ilmuwan tentang Mars purba dengan menunjukkan bahwa planet itu pernah memiliki air, unsur kimia yang bermanfaat, dan nutrisi yang dapat mendukung kehidupan mikroba.



(nwk/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads