Anak tumbuh dan memiliki sikap sesuai dengan didikan dari orang tua. Termasuk melatih kemandirian anak, orang tua turut andil di dalamnya.
Seperti diungkap dalam studi terbaru dari North Carolina State University (NC State), ternyata semakin orang tua ikut terlibat dalam kehidupan anaknya menginjak dewasa, semakin sulit mandiri juga anak tersebut.
Banyak terlibat dalam urusan anak bisa menghambat perkembangan profesional mereka. Studi ini dilakukan terhadap 2.600 peserta berusia 18-28 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Periset sekaligus profesor di NC State, Anna Manzoni mengatakan keterlibatan orang tua yang intens cenderung membuat pekerjaan sang anak kurang prestisius dibandingkan teman sebayanya.
"Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa investasi orang tua pada masa kanak-kanak dan remaja memberikan hasil positif," kata Anna dalam laman kampus NC State.
Jangan Terlalu Mengikat Anak
Studi ini mengambil data dari Transition to Adulthood Supplement survey. Lembaga tersebut telah memantau banyak responden selama hampir satu dekade.
Ada dua konsep utama yang diteliti yakni modal sosial keluarga dan prestise pekerjaan. Modal sosial berupa norma, informasi, dan dukungan orang tua.
"Namun, penelitian kami menunjukkan adanya pergeseran peran orang tua ketika anak beranjak dewasa muda. Pada tahap ini, keterlibatan yang terlalu besar justru bisa menghambat kemampuan anak untuk mandiri," tuturnya.
Analisis peneliti menunjukan semakin keluarga ikut campur berkolerasi negatif terhadap pekerjaan anak. Hasil lain berlaku sebaliknya.
Hal itu membuat peneliti lain juga ikut terkejut. Seperti yang disampaikan oleh Tom Leppard, peneliti pascadoktoral di Data Science and AI Academy NC State.
"Kami berulang kali memeriksa data kami karena hasilnya terasa berlawanan dengan sebagian besar penelitian sebelumnya. Namun ternyata, dalam masa transisi menuju kedewasaan, terlalu banyak keterlibatan justru dapat membatasi pertumbuhan profesional," ungkapnya.
Peran Orang Tua yang Tepat
Menuju masa dewasa, peran orang tua memang harus bergeser. Dari pengendali menjadi pendukung yang memberi ruang untuk kemandirian.
"(Hal tersebut) memungkinkan anak-anak untuk belajar mengambil keputusan sendiri, membuat kesalahan, dan menghadapi pasar tenaga kerja sendiri," ujar Manzoni.
Dengan demikian, peneliti menyimpulkan bahwa keterlibatan orang tua yang intens saat anak memasuki usia dewasa berpengaruh pada keterlambatan dalam mencapai karier.
Untuk hasil penelitian yang lebih lengkap, bisa dilihat pada artikel berjudul "Bonding Ties That Get Ahead?: Family Social Capital and Early Occupational Attainment" ini dipublikasikan dalam Journal of Youth Studies, 31 Desember 2025.
