Laporan Indeks Kebebasan Akademik di Dunia, Bagaimana Posisi Indonesia?

ADVERTISEMENT

Laporan Indeks Kebebasan Akademik di Dunia, Bagaimana Posisi Indonesia?

Novia Aisyah - detikEdu
Sabtu, 18 Jul 2026 10:00 WIB
Ilustrasi pendidikan
Ilustrasi pendidikan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Pornpak Khunatorn
Jakarta -

Selama dekade terakhir, ada 50 negara di dunia yang mengalami penurunan kebebasan akademik. Hanya 9 negara yang mengalami peningkatan. Salah satu unsur penurunan kebebasan akademik terletak pada integritas kampus.

Adapun Indeks Kebebasan Akademik atau Academic Freedom Index (AFI) merupakan ukuran tingkat kebebasan akademik di seluruh dunia berdasarkan lima indikator. Kelima indikator tersebut adalah:

  • Kebebasan untuk meneliti dan mengajar
  • Kebebasan pertukaran dan penyebarluasan akademik
  • Otonomi institusional
  • Integritas kampus
  • Kebebasan berekspresi akademik dan budaya.

AFI saat ini mencakup 179 negara dan wilayah. Indeks didasarkan pada penilaian oleh 2.357 pakar negara di seluruh dunia, kuesioner terstandar, dan model statistik. Penyusunan AFI dilakukan oleh proyek V-Dem. Proyek V-Dem dikenal karena menghasilkan data tentang berbagai dimensi demokrasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari laman AFI, Indeks Kebebasan Akademik menggunakan metode model pengukuran Bayesian untuk agregasi data. Indeks ini tidak hanya memberikan yang disebut sebagai estimasi titik, tetapi juga transparansi laporan ketidakpastian pengukuran dalam penilaian kebebasan akademik secara global.

ADVERTISEMENT

Bagaimana dengan Indonesia?

Indeks ini memiliki rentang dari 0.0 hingga 1.0. Semakin menuju ke angka 1.0, maka AFI semakin tinggi.

Dalam AFI 2025, skor Indonesia adalah 0.33. Beberapa negara yang memiliki AFI tinggi adalah Austria, Denmark, Jerman, Swedia, dan Australia, yang masing-masing memiliki skor di atas 0.8.

Pada 2025, kebebasan akademik di Amerika Latin, Eropa, Amerika Utara, Oseania, dan sebagian besar wilayah Afrika Selatan dan Barat masih lebih baik dibandingkan di Asia, Timur Tengah, serta Afrika Utara

Namun, data ini menggarisbawahi kebebasan akademik mulai menurun secara global sekitar 2012, sebagian besar didorong oleh kemunduran di Amerika Latin, Asia, dan wilayah Timur Tengah serta Afrika Utara.

Laporan ini juga menyorot kemerosotan kebebasan akademik di Amerika Serikat dimulai sekitar 2020, yang secara dominan dipicu oleh aksi-aksi di beberapa negara bagian dan sebagian besar dilakukan oleh pejabat yang berkongsi dengan gerakan Make America Great Again (MAGA). Pada 2025, di bawah ronde kedua pemerintahan Trump, serangan terhadap kebebasan akademik di tingkat negara bagian semakin intensif, didukung oleh serangkaian tindakan federal.



(nah/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads