Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menemukan 47% guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) belum meraih gelar S1. Ini solusi Kemendikdasmen.
Hal tersebut diungkapkan oleh Komaruddin selaku Ketua Tim Kerja Pembelajaran, Penghargaan, dan Kesejahteraan di Direktorat Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Kemendikdasmen.
"Ini juga menjadi harapan setelah dievaluasi tahun lalu bahwa 47 persennya belum S1," ungkap Komaruddin dalam Forum Diskusi Publik: Implementasi Computational Thinking (CT) di PAUD untuk Mendukung Capaian PISA Indonesia di Artotel Gelora Senayan, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, 53% sudah bergelar Sarjana tetapi bukan dari bidang PAUD.
"Jadi memang kita harus lihat dulu ya mungkin memang background dari mereka juga. Dari 53persennya mereka S1. Tetapi dari 53persennya mereka tidak linear," ujarnya.
Komaruddin melihat ini sebagai PR yang besar bagi pemerintah. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah telah mempercepat kompetensi para pendidik.
Pemerintah Telah Mempercepat Proses Pembelajaran Sarjana bagi Pendidik
Kemendikdasmen telah mempercepat proses peningkatankompetensinya maupun kualifikasi S1 khusus guru. Artinya, S1 yang bisa ditempuh 4-5 tahun menjadi hanya 2,5 tahun saja.
"Artinya bisa mempercepat guru itu mendapatkan pendidikan yang layak," ujar Komaruddin.
"Mungkin nanti setelah guru PAUD itu mendapatkan pendidikan yang layak dan sesuai linearitasnya, mungkin dia juga mungkin akan bisa memahami arti yang sesungguhnya bahwa pengajaran di PAUD ini memang membutuhkan seorang guru yang betul-betul ahli bidangnya," tambahnya.










































