Studi: Perawatan Ibu Jadi Kunci Manusia Bisa Berumur Panjang

ADVERTISEMENT

Studi: Perawatan Ibu Jadi Kunci Manusia Bisa Berumur Panjang

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Jumat, 22 Mei 2026 10:00 WIB
An Asian Chinese mother playing piggyback riding with her young daughter in a public park
Foto: Getty Images/hxyume/Ilustrasi ibu dan anak.
Jakarta -

Ibu memiliki peran yang penting bagi peradaban manusia dan spesies lainnya. Studi menunjukkan bahwa perawatan dan pengasuhan ibu yang lebih lama membuat anak bisa berumur panjang.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada 14 Juni 2024, mengungkapkan bahwa ibu yang merawat anaknya lebih lama membantu mendorong evolusi umur yang lebih panjang pada suatu spesies. Biasanya, spesies yang berumur panjang ini akan menghasilkan keturunan yang lebih sedikit.

Namun, ketika keturunan sedikit, ibu bisa lebih fokus dan lama dalam mengasuh anaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah salah satu hal yang benar-benar misterius tentang manusia, yaitu kenyataan bahwa kita hidup sangat lama dibandingkan dengan begitu banyak mamalia lainnya," kata ahli neurobiologi dari Universitas Cornell dan pemimpin studi, Matthew Zipple, dikutip dari Science Alert.

ADVERTISEMENT

Pentingnya Pengasuhan Ibu yang Lebih Lama

Studi menjelaskan bahwa keberadaan ibu secara langsung meningkatkan peluang anak untuk bertahan hidup dan bereproduksi. Tekanan evolusi inilah yang akhirnya mendorong terciptanya umur panjang pada spesies tersebut, termasuk manusia.

"Apa yang kami ajukan adalah bagian dari penjelasan umur panjang kita, yaitu aspek fondasi lain dari kehidupan kita, yaitu hubungan antara ibu dan anak," ujar Zipple.

Meski begitu, di setiap spesies bisa berbeda-beda. Terutama karena bergantung pada ukuran tubuh.

Sedikit Anak, Jadi Lebih Banyak Perhatian

Peneliti mengatakan bahwa hasil evolusi menyebabkan usia lebih panjang sehingga keturunan ibu menjadi lebih sedikit. Dengan jumlah anak yang terbatas, ibu dapat mencurahkan perhatian dan perawatan yang lebih intensif per individu.

Menurut studi, ketika anak bergantung pada ibunya, populasi tersebut cenderung berevolusi menjadi memiliki umur yang lebih panjang dan reproduksi yang lebih lambat.

Sebaliknya, jika seorang ibu mati lebih awal, keturunannya cenderung kurang sehat atau kurang mampu merawat keturunannya sendiri. Hal ini menciptakan dampak berantai pada kelangsungan hidup lintas generasi.

"Saat hubungan antara kelangsungan hidup ibu dan kebugaran anak semakin kuat, kita melihat evolusi hewan yang memiliki umur lebih panjang dan pola yang sama dengan yang kita lihat pada manusia," jelas Zipple.

Meskipun penelitian ini belum mendalami peran ayah karena keterbatasan data pada spesies non-manusia, terlihat jelas bahwa pada primata, pengaruh ibu tetap paling dominan dan dampaknya bertahan paling lama.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(crt/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads