Begini Cara Merawat Kucing Peliharaan agar Panjang Umur: Jangan Dibiarkan Keluar!

ADVERTISEMENT

Begini Cara Merawat Kucing Peliharaan agar Panjang Umur: Jangan Dibiarkan Keluar!

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Kamis, 07 Mei 2026 08:30 WIB
10 Cara Mencegah Kucing Berak Sembarangan di Halaman Rumah Kita
Foto: Muhammad Usman/Unsplash/kucing peliharaan sebaiknya tidak keluar rumah untuk menghindari risiko penyakit dan celaka.
Jakarta -

Kucing peliharaan yang dibiarkan sering keluar rumah bisa berumur lebih pendek daripada yang jarang. Kok bisa?

Penelitian terbaru mengatakan bahwa kucing akan mendapat banyak gangguan berisiko saat berkeliaran di luar, seperti tertabrak kendaraan atau tercebur ke selokan. Padahal, rata-rata usia kucing peliharaan seharusnya bisa mencapai 12-15 tahun.

Biasanya, kemalangan yang terjadi di jalanan tidak hanya membahayakan kucing, tetapi juga merugikan pemiliknya. Sang pemilik harus membayar mahal apabila hewan kesayangannya itu terkena musibah seperti penyakit atau kecelakaan. Penelitian yang terbit di jurnal Global Ecology and Conservation itu bahkan mengungkap bahwa fenomena bersifat global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kucing Peliharaan Sebaiknya Tidak Keluar

Para peneliti melakukan eksperimen dengan mengalungkan kamera untuk melihat sudut pandang sebagai kucing. Studi terhadap 55 ekor kucing peliharaan di Amerika Serikat (AS) menunjukkan 25 persen berisiko keracunan makanan dan minuman.

Hampir separuhnya (45 persen) menyeberang jalan, 25 persen bertemu kucing lain, 20 persen merangkak di bawah rumah, dan 20 persen mendatangi saluran pembuangan air hujan.

ADVERTISEMENT

Hal serupa juga terjadi di Selandia Baru yang menggunakan 37 sampel kucing. Para peneliti menemukan 59 persen kucing minum di luar rumah, 40 persen makan di luar rumah, 32 persen menyeberangi jalan, dan 21 persen berisiko jatuh dari atap.

Sementara di Australia terdapat sekitar 428 kucing yang menyeberangi jalan sebanyak 4,8 kali setiap hari.

Jangan Biarkan Kucing Menyeberang Jalan Sendirian

Sebuah studi dari Inggris mengatakan bahwa, kecelakaan lalu lintas adalah penyebab utama kematian kucing di sana. Kucing peliharaan yang sering berkeliaran berpotensi mengalami trauma.

Kecelakaan lalu lintas, perkelahian, dan pengalaman terjatuh, telah membunuh dan melukai banyak kucing liar di seluruh dunia. Data dari studi terbaru di Inggris menunjukkan penyebab utama kematian kucing berusia 1-8 tahun adalah kecelakaan lalu lintas.

Di Eropa juga tercatat sekitar 18 hingga 24 persen kucing pernah tertabrak mobil dalam hidupnya dan 70 persen di antaranya berujung naas. Kasus ini banyak menimpa kucing jantan di bawah 5 tahun dan mereka yang belum disterilkan memiliki risiko lebih tinggi.

Risiko Penyakit Menular

Selain kecelakaan, kucing yang dibiarkan bebas berpotensi untuk terpapar penyakit menular seperti, Virus Imunodefisiensi Kucing (FIV). Di dunia luar, kucing kerap terlibat dalam berbagai perkelahian yang meninggalkan bekas luka atau abses yang memakan biaya cukup tinggi untuk berobat ke dokter hewan.

Kekejaman Manusia terhadap Kucing

Tindakan manusia yang meracuni dan mencederai secara sengaja para kucing liar, juga telah terbukti secara global. Bahkan, di antaranya ada yang telanjur mati sebelum sempat mendapatkan perawatan medis.

Penelitian terhadap 55 kucing liar di Australia Barat menunjukkan, dua di antaranya pernah diracuni, dan satu kehilangan kaki depan akibat kecelakaan lalu lintas. Selanjutnya, satu ekor gigi taringnya patah karena terjatuh dan dua lainnya mengalami cedera akibat perkelahian.

Mirisnya, kucing yang selamat dari kecelakaan atau penyakit sekalipun mungkin mengalami kecacatan seumur hidup. Jadi, para peneliti menyimpulkan bahwa harapan hidup kucing peliharaan yang dilepas oleh pemiliknya 2-3 tahun lebih pendek, dari yang dikurung.

Cara Merawat Kucing agar Panjang Umur

Dikutip dari The Independent, berikut cara merawat kucing dengan baik:

1. Jangan biarkan kucing peliharaan menghabiskan waktu di luar tanpa pengawasan.

2. Ciptakan lingkungan yang nyaman dan menyenangkan agar kucing betah tinggal di rumah.

3. Sesekali ajak mereka berjalan-jalan keluar rumah dengan tetap mengontrolnya.

4. Pasang rol di atas pagar rumah supaya kucing sulit melarikan diri.

5. Gunakan tali penuntun saat berjalan-jalan di luar rumah.

6. Sediakan fasilitas bermain, permukaan untuk mencakar, tempat memanjat, dan tempat untuk melihat pemandangan luar, serta tempat duduk di tanah.

7. Sediakan kotak pasir di dalam ruangan untuk memudahkan mereka buang air.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(sls/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads