Pernah merasa latihan jadi lebih semangat saat mendengar lagu favorit? Ternyata itu bukan sekadar perasaan.
Hasil penelitian terbaru menunjukkan, musik pilihan sendiri dapat membantu seseorang berolahraga lebih lama dan lebih kuat, tanpa membuat latihan terasa lebih berat.
Dilansir dari ScienceX, studi dari University of JyvΓ€skylΓ€, Finlandia, yang terbit di jurnal Psychology of Sport and Exercise pada April 2026 menunjukkan peserta mampu bertahan hampir 20 persen lebih lama saat bersepeda intensitas tinggi ketika mendengarkan playlist favorit dibanding berolahraga tanpa musik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan ini menarik untuk atlet maupun warga pada umumnya. Sebab, musik dinilai bisa menjadi cara sederhana dan tanpa biaya untuk membuat sesi olahraga terasa lebih menyenangkan sekaligus lebih efektif.
Musik Favorit Bantu Olahraga Lebih Lama
Dalam penelitian ini, 29 orang dewasa aktif menjalani dua tes bersepeda dengan intensitas tinggi, sekitar 80 persen dari kemampuan puncak mereka. Satu sesi dilakukan tanpa musik, sementara sesi lain menggunakan lagu pilihan peserta sendiri dengan tempo sekitar 120-140 beat per menit.
Hasilnya, peserta mampu bertahan rata-rata 35,6 menit saat mendengarkan musik, dibanding 29,8 menit tanpa musik.
Peneliti utama Andrew Danso menjelaskan efek tersebut bukan karena orang tiba-tiba menjadi lebih bugar. Namun, musik membantu seseorang bertahan menghadapi rasa lelah lebih lama.
"Musik pilihan sendiri tidak mengubah tingkat kebugaran atau membuat jantung bekerja jauh lebih keras saat itu juga, musik hanya membantu seseorang menoleransi usaha berat lebih lama," ujarnya.
Olahraga Lebih Lama Tak Terasa Lebih Berat
Menariknya, meski peserta berolahraga lebih lama dan membakar energi lebih banyak, denyut jantung serta kadar laktat di akhir latihan tetap serupa pada kedua kondisi.
Artinya, tubuh memang bekerja lebih lama, tetapi rasa berat di akhir sesi tidak meningkat secara signifikan. Dengan kata lain, musik membantu peserta bertahan lebih lama di zona latihan berat tanpa menambah 'penderitaan'.
Fenomena ini menunjukkan bahwa persepsi lelah tidak hanya ditentukan otot dan paru-paru, tetapi juga dipengaruhi otak, emosi, dan rangsangan sensorik seperti musik.
Cara Lawan Malas Olahraga
Peneliti menilai temuan ini punya manfaat praktis bagi atlet, pelatih, maupun orang yang sedang mulai rutin berolahraga.
"Banyak orang kesulitan bertahan dalam latihan berat karena terasa melelahkan terlalu cepat," ujarnya.
Jika seseorang bisa berlatih lebih lama dengan cara sederhana seperti memilih lagu yang memotivasi, maka peluang meningkatkan kebugaran dan konsistensi olahraga juga bisa lebih besar.
Siapa tahu, playlist yang tepat dapat menjadi kunci olahraga yang rutin!
Hasil studi Andrew Danso dan rekan-rekan ini dipublikasi dengan judul "Feel the beat, not the burn: Effects of self-selected music in time-to-exhaustion cycling", versi terbaru rilis 24 Maret 2026.
(rhr/twu)











































