Daratan di bumi jutaan lalu dalam kondisi tandus dan kosong. Permukaannya sebagian besar hanya berupa batuan dan tanah kering. Lalu bagaimana tumbuhan mulai muncul?
Diketahui bahwa sekitar 500 juta tahun lalu, beberapa jenis tanaman mulai beradaptasi untuk hidup di darat. Tanaman pertama ini membuka jalan bagi keanekaragaman flora dan fauna serta membentuk ekosistem Bumi seperti yang kita kenal saat ini.
Para ilmuwan kemudian mempelajari bagaimana kemungkinan tumbuhan mulai muncul dari awalnya di lautan hingga ke daratan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nenek Moyang Tumbuhan Hidup di Air
Menurut temuan studi, tumbuhan pertama di Bumi yakni spesies alga laut. Para ilmuwan memperkirakan bahwa tumbuhan sejati pertama muncul dari alga hijau sekitar 470 juta tahun lalu.
Alga telah menghuni laut dan danau Bumi lebih dari 1 miliar tahun. Mereka bisa membuat makanannya sendiri dari cahaya matahari, air, dan udara, sekaligus melepaskan oksigen yang kini kita hirup. Perubahan besar ini dikenal sebagai Great Oxygenation Event, demikian dilansir Live Science.
Tumbuhan pertama hidup di perairan dangkal dekat garis pantai, di tempat yang kadang terendam air dan kadang terpapar udara. Kondisi ini membantu mereka beradaptasi perlahan untuk bisa hidup di darat.
Menapak Darat Tidak Semudah yang Dibayangkan
Untuk bisa hidup di darat, tumbuhan awal mengembangkan beberapa langkah penting. Salah satunya adalah lapisan lilin di permukaan atau cuticle yang membantu menyimpan air di dalam tubuh.
Mereka juga punya dinding sel yang kuat agar bisa berdiri tegak tanpa bantuan air. Struktur mirip akar sederhana, rhizoid, menancapkan tumbuhan ke tanah sekaligus menyerap air dan mineral.
Tumbuhan darat pertama sangat kecil dan sederhana. Bentuknya mirip lumut, liverwort, atau hornwort, yang masih bisa kita temui di tempat lembap seperti dasar hutan atau tepi sungai.
Mereka tidak punya akar atau batang sejati dan tetap dekat dengan tanah. Fosil awal, seperti Cooksonia, berumur sekitar 430 juta tahun dan menunjukkan batang bercabang setinggi 2,5-5 cm.
Meski ukurannya kecil, pengaruhnya besar. Saat tumbuhan menyebar ke darat, akarnya membantu mengubah batu menjadi tanah subur yang bisa menopang kehidupan lain.
Tumbuhan juga melepaskan lebih banyak oksigen ke udara, membantu hewan bernapas dan menciptakan habitat serta sumber makanan baru. Berkat itu, serangga dan hewan lain pun bisa ikut pindah dari air ke darat.
Evolusi Tumbuhan Menjadi Lebih Kompleks
Setelah berhasil menapak darat, tumbuhan terus berevolusi. Sekitar 420 juta tahun lalu, mereka mengembangkan jaringan vaskular, yaitu tabung kecil yang mengalirkan air dan nutrisi ke seluruh tubuh.
Sekitar 380 juta tahun lalu, muncul tumbuhan berbiji, termasuk kerabat awal konifer. Biji membuat tumbuhan bisa bereproduksi tanpa air dan melindungi embrio dari kondisi kering atau dingin.
Kemudian, sekitar 140 juta tahun lalu, muncul tumbuhan berbunga. Bunga membantu menarik hewan seperti serangga dan burung untuk menyebarkan serbuk sari, sementara buah melindungi biji dan memudahkan penyebarannya.
Saat ini, tumbuhan berbunga mendominasi kebanyakan tumbuhan yang kita lihat sehari-hari, dari pohon dan rumput hingga buah dan sayuran.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
