Ilmuwan Temukan Spesies Amfibi Purba dengan Lidah Pelontar Mirip Bunglon

ADVERTISEMENT

Ilmuwan Temukan Spesies Amfibi Purba dengan Lidah Pelontar Mirip Bunglon

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Selasa, 28 Apr 2026 08:00 WIB
Bunglon
Bunglon. Foto: Getty Images/Leamus
Jakarta -

Di antara sisa-sisa dinosaurus raksasa dari zaman Jurassic, ilmuwan menemukan fosil hewan kecil berukuran hanya lima sentimeter yang ternyata menyimpan kemampuan luar biasa. Amfibi mungil ini memiliki lidah pelontar cepat seperti bunglon dan hidup berdampingan dengan dinosaurus sekitar 150 juta tahun lalu.

Berdasarkan laman resmi Natural History Museum, spesies baru ini dinamai Nabia civiscientrix, sebagai penghormatan bagi para warga lokal Portugal yang ikut membantu proses penggalian fosilnya. Temuan ini menambah daftar panjang hewan prasejarah kecil yang hidup di bawah bayang-bayang para dinosaurus besar di akhir periode Jurassic.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fosil Ditemukan di Tanah yang Dikenal Kaya Dinosaurus

Penemuan ini berasal dari Formasi LourinhΓ£, wilayah barat Portugal yang terkenal di kalangan ahli paleontologi karena banyak menyimpan fosil dinosaurus seperti Lourinhanosaurus dan Miragaia. Namun, penelitian terbaru mengungkap wilayah itu juga pernah dihuni oleh beragam hewan kecil, termasuk amfibi misterius seperti Nabia civiscientrix.

"Spesies baru ini menunjukkan keragaman hewan amfibi yang hidup di LourinhΓ£ selama periode Jurassic, sekitar 150 juta tahun lalu," kata Alexandre R. D. Guillaume, peneliti utama dari NOVA School of Science and Technology dan Museu da LourinhΓ£, Portugal.

ADVERTISEMENT

Tim menemukan lebih dari 400 potongan tulang, sebagian besar berupa fragmen tengkorak dan tulang belakang. Fosil tambahan dari spesies yang sama juga ditemukan di wilayah Guimarota, salah satu situs fosil tertua di Portugal.

Guillaume menjelaskan penelitian ini juga sekaligus memperbaiki kesalahan lama dalam klasifikasi genus sebelumnya.

Mengenal Nabia civiscientrix

Dari hasil analisis morfologi, Nabia civiscientrix diperkirakan memiliki kulit bersisik kering, kelopak mata, serta cakar seperti keratin, sebuah fitur yang jarang ditemukan pada amfibi modern. Namun, ciri paling uniknya ada pada lidah pelontar cepat yang bisa menembak mangsa serangga dengan cara mirip bunglon masa kini.

"Menemukan fosil hewan sekecil ini di antara sisa dinosaurus besar adalah hal yang luar biasa. Apalagi, masyarakat lokal juga ikut berperan dalam prosesnya," ujar Dr. Miguel Moreno-Azanza dari University of Zaragoza, Spanyol.

Ia menambahkan, penamaan civiscientrix sendiri terinspirasi dari semangat kolaborasi warga sekitar yang turut melestarikan warisan paleontologi daerah mereka.

Penemuan ini memberi pandangan baru tentang kehidupan hewan kecil di masa Jurassic, yang selama ini jarang tersorot oleh penelitian.

Ternyata, di balik megahnya era dinosaurus, ada dunia mikro yang sama menakjubkannya. Di situ tempat seekor amfibi mungil berburu dengan lidah pelontarnya di tanah yang kini dikenal sebagai Portugal.

Hasil studi tulisan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Journal of Systematic Paleontology dengan judul "New albanerpetontid species (Lissamphibia) from the Late Jurassic of Portugal", 23 Januari 2026.

Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker di detikcom.




(nah/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads