Ikan Sapu-sapu Ternyata Mampu Bertahan di Darat Lebih dari 24 Jam

ADVERTISEMENT

Ikan Sapu-sapu Ternyata Mampu Bertahan di Darat Lebih dari 24 Jam

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 24 Apr 2026 19:30 WIB
Petugas gabungan turun langsung ke aliran kali di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (17/4/2026), untuk melakukan penangkapan ikan sapu-sapu sekaligus membersihkan sampah dan sedimen yang mencemari perairan.
Petugas gabungan turun langsung ke aliran kali di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (17/4/2026), untuk melakukan penangkapan ikan sapu-sapu sekaligus membersihkan sampah dan sedimen yang mencemari perairan. Foto: Muhammad Reevanza/detikfoto
Jakarta -

Ikan sapu-sapu belakangan bikin pening pemerintah daerah di Jakarta dan Jawa Barat. Hingga kemarin, Kamis (23/4/2026), sudah lebih dari 10 ton ikan sapu-sapu ditangkap di Jakarta, seperti disampaikan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta.

Daya tahannya terhadap lingkungan tercemar, memang membuat populasi ikan ini membeludak di sungai-sungai. Selain itu, ikan sapu-sapu juga mampu bertahan di perairan yang memiliki kadar oksigen terlarut yang rendah. Hal ini membuat ikan sapu-sapu jadi salah satu spesies ikan yang amat mudah beradaptasi.

Namun, tahukah kalian, ikan sapu-sapu bahkan bisa bertahan di darat selama puluhan jam?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mampu Bertahan Hidup sampai 30 Jam di Luar Air

Ikan sapu-sapu mampu beradaptasi dengan mudah, baik di air tawar maupun air payau. Bahkan ikan ini bisa bertahan hidup di sungai yang mengering.

Dikutip dari IPB Digitani, kemampuan tersebut disebabkan kemampuan bernapas ikan sapu-sapu melalui kulit dan menggeliat untuk mencari tempat tinggal baru. Ikan sapu-sapu juga dapat bertahan hidup sampai 30 jam di daratan jika punya cadangan oksigen cukup di perutnya.

ADVERTISEMENT

Di alam liar, ikan sapu-sapu sering membuat lubang di dasar sungai berlumpur untuk meletakkan sekitar 300 butir telurnya. Kemampuan beradaptasi yang baik membuat ikan sapu-sapu bisa bertahan hidup sampai 10-15 tahun.

Punya 2 Alat Pernapasan

Disebutkan dalam artikel berjudul "Identifikasi Jenis Kelamin Ikan Sapu-sapu" dalam jurnal Bioma 15 (1) 2019 oleh Farah Carolina Puspaningtias dkk, ikan sapu-sapu punya dua alat pernapasan. Inilah alasan lain kemampuan adaptasinya tinggi.

Saat berada di air bersih, ikan sapu-sapu menggunakan insang untuk bernapas. Sedangkan saat berada di air keruh atau berlumpur, ikan sapu-sapu menggunakan labirin untuk bernapas.

Setidaknya, ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies eurifagik atau pemakan segala karena spektrum makanannya yang luas. Padahal, berdasarkan ususnya digolongkan sebagai ikan herbivora.

Namun, berdasarkan buku Yuk Mengenal Ikan Sapu-sapu Sungai Ciliwung oleh Dewi Elfidasari, ikan sapu-sapu mengalami peningkatan kemampuan dalam mengonsumsi makanan, seiring bertumbuhnya ukuran tubuhnya. Ketika masih berukuran kecil, ikan ini awalnya mengonsumsi lumut dan alga, misalnya jika berada di kolam atau akuarium.

Ketika tubuhnya tumbuh, ikan sapu-sapu mulai memakan segalanya, termasuk telur ikan jenis lain yang satu kolam dengannya.




(nah/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads