Biasa di Tempat Gersang, Kenapa Ada Gurun di Dekat Laut? Ini Kata Sains

ADVERTISEMENT

Biasa di Tempat Gersang, Kenapa Ada Gurun di Dekat Laut? Ini Kata Sains

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Kamis, 09 Apr 2026 09:30 WIB
Gurun Namib
Foto: (iStock)/Gurun Namib di Afrika Barat Daya berada di tepi laut
Jakarta -

Saat membayangkan gurun, detikers mungkin berpikir tentang hamparan pasir dan tanah kering yang luas, serta cuaca panas. Namun, ternyata ada gurun yang berada di dekat laut. Kenapa bisa?

Nyatanya tak semua gurun jauh dari sumber air. Gurun seperti Atacama di Amerika Selatan dan Namibia di Afrika Selatan, bahkan membentang sejajar dengan tepi laut dan menciptakan pemandangan yang apik.

Secara umum, gurun terbentuk karena curah hujan yang sangat rendah dalam waktu yang lama. Kemudian, keberadaan angin mengikis batu sehingga menciptakan pasir atau tanah yang kering.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski ada gurun yang berada di dekat laut, kondisinya tetap kering. Apa alasannya?

Alasan Ada Gurun di Tepi Laut

Ahli hidrologi di Universitas Nevada, Las Vegas, David Kreamer menjelaskan ada tiga faktor utama yang memungkinkan gurun terbentuk di dekat lautan. Ketiganya yakni:

ADVERTISEMENT

- Faktor udara yang bergerak secara vertikal
- Faktor udara yang bergerak secara horizontal
- Faktor pegunungan yang berinteraksi dengan kelembapan udara

"Jika Anda melihat peta dunia, Anda akan menyadari bahwa sebagian besar gurun terletak di atas atau di bawah garis khatulistiwa," ujar Kreamer, dikutip dari Live Science.

Menurutnya, itu karena garis khatulistiwa menerima sinar matahari langsung paling banyak, sehingga menyebabkan udara menghangat dan naik. Saat udara hangat naik, ia menciptakan sistem tekanan rendah.

Sementara di garis khatulistiwa cenderung sering hujan, di wilayah di atas dan di bawah garis akan lebih kering. Maka itu wilayah khatulistiwa cenderung hijau, sedangkan wilayah tanpa hujan menjadi sebaliknya.

Terbentuknya Wilayah Gurun

Saat udara naik, akan menyebar ke 20-40 derajat utara dan selatan garis khatulistiwa. Kondisi ini akan menekan pembentukan awan.

Di sisi lain, ada gerakan udara horizontal di seluruh planet dan di dekat khatulistiwa terdapat angin pasat yang bertiup dari timur ke barat.

Angin tersebut cenderung membawa uap air ke sisi timur benua, sehingga sisi baratnya menjadi lebih kering. Dalam hal ini, pegunungan juga berperan dalam membentuk gurun yang kering.

Saat udara lembap dipaksa melewati pegunungan, udara akan mendingin dan menurunkan hujan di sisi yang menghadap angin. Sementara di sisi lain, curah hujan cenderung menjadi lebih rendah.

"Misalnya, Seattle, yang terletak di sisi barat Pegunungan Cascade, menerima rata-rata 39,3 inci (99,8 sentimeter) curah hujan per tahun, sedangkan Yakima, yang terletak di sisi timur Pegunungan Cascade, menerima rata-rata 8 inci (20,3 cm) curah hujan per tahun," jelas Kreamer.

Dalam kasus Atacama, gurun di tepi laut bisa terjadi karena angin yang datang dari Amerika Selatan membawa banyak hujan di sisi timur di atas Amazon, lalu menghantam Andes.

"Andes menyerap lebih banyak air dari angin dan kemudian tepat di sepanjang pantai Amerika Selatan di sisi barat, tempat Chili berada, sehingga Atacama menjadi sangat kering," paparnya.

Faktor ini membuat gunung di tepi laut memiliki iklim yang lebih dingin dan stabil, dibandingkan dengan gurun lain.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(faz/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads