Hari Buku Anak Sedunia 2 April, Bermula dari Penulis Dongeng dari Negara Ini

ADVERTISEMENT

Hari Buku Anak Sedunia 2 April, Bermula dari Penulis Dongeng dari Negara Ini

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Kamis, 02 Apr 2026 06:00 WIB
Salah seorang donatur (tengah belakang) mendongengkan cerita usai menyerahkan buku kepada anak-anak Taman Baco Atap Rumbe di Jambi Tulo, Muaro Jambi, Jambi, Minggu (14/5/2023). Penyerahan buku dari berbagai kalangan untuk taman baca desa yang didirik
Foto: ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/Hari Buku Anak Sedunia diperingati pada 2 April.
Jakarta -

Hari Buku Anak Sedunia atau International Children's Book Day dirayakan setiap 2 April. Peringatan internasional ini diambil dari hari lahir seorang penulis dongeng. Siapa dia?

Hari Buku Anak Sedunia atau Hari Buku Anak Internasional pertama kali diperingati pada 1967 atas inisiatif organisasi bernama International Board on Books for Young People (IBBY). Namun, perayaan ini ditetapkan secara khusus pada 2 April karena bertepatan dengan hari ulang tahun penulis dongeng legendaris asal Denmark, Hans Christian Andersen.

Menurut laman resmi UNESCO Body and Mind Wellness, Hari Buku Anak Sedunia merupakan momen yang menekankan pentingnya literatur berkualitas tinggi yang menumbuhkan kreativitas anak. Peringatan ini juga menyoroti kecintaan membaca yang menyatukan anak-anak di seluruh dunia, sekaligus mengapresiasi keragaman buku anak dari sisi karakter, tema, hingga gaya penulisan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengapa Hari Buku Anak Sedunia Dirayakan pada 2 April?

Ada kisah menarik di balik perayaan Hari Buku Anak Sedunia. Tanggal 2 April dipilih karena bertepatan dengan hari kelahiran tokoh legendaris dongeng dunia, Hans Christian Andersen, yang lahir pada 2 April 1805 di Odense, Denmark.

Andersen adalah penulis besar yang karyanya sangat melekat pada dunia anak-anak. Meski berasal dari keluarga yang tidak kaya dan kehilangan ayahnya pada 1816, ia berhasil menempuh pendidikan di sekolah asrama. Latar belakang ini bahkan sempat memunculkan rumor yang tak terbukti bahwa ia sebenarnya merupakan anggota keluarga kerajaan Denmark.

ADVERTISEMENT

Pada 1819, Andersen pergi ke Kopenhagen untuk bekerja sebagai aktor. Berkat dukungan pelindungnya, Jonas Collin, ia mulai menapaki dunia menulis meski pada awalnya langkah ini tidak didukung oleh guru-gurunya.

Karya Andersen baru mendapat pengakuan pada 1829 melalui publikasi sebuah cerita pendek. Kesuksesan awal ini membuahkan dana hibah dari raja, yang memungkinkannya berkeliling Eropa dan mengembangkan karya-karyanya. Pada 1835, Andersen mulai menghasilkan cerita dongeng peri (fairy tales).

Menariknya, karya-karya Andersen untuk anak-anak pada awalnya tidak langsung menarik perhatian. Selama beberapa dekade, para kritikus dan pembaca justru mengabaikan cerita-cerita yang kini dikenal sebagai karya klasik dunia, seperti The Little Mermaid dan The Emperor's New Clothes.

Titik balik terjadi pada 1845, ketika terjemahan bahasa Inggris dari cerita rakyat dan dongeng Andersen mulai menarik perhatian pembaca asing. Kepopulerannya membawanya menjalin persahabatan dengan novelis Inggris terkenal, Charles Dickens, yang dikunjunginya pada 1847.

Kisah-kisah Andersen dengan cepat menjadi sastra klasik berbahasa Inggris dan memberi pengaruh kuat pada penulis buku anak asal Inggris berikutnya, seperti A.A. Milne dan Beatrix Potter. Seiring waktu, pembaca di Skandinavia, Amerika Serikat, Asia, dan seluruh dunia pun mulai menemukan dan mencintai karya-karyanya.

Maka, perayaan Hari Buku Anak Sedunia dilakukan sebagai upaya menumbuhkan kecintaan membaca dan mendorong literasi anak tanpa batasan usia, latar belakang, maupun budaya. Dengan demikian, peringatan ini tidak hanya merayakan karya Andersen, tetapi juga pentingnya membaca bagi perkembangan anak di seluruh dunia.

Tema Hari Buku Anak Sedunia 2026

Perayaan Hari Buku Anak Sedunia 2026 mengangkat tema "Plant stories and the world will bloom" yang artinya "Tanamlah cerita dan dunia akan mekar". Tema ini menyoroti nilai yang melekat pada cerita, buku, dan kegiatan membaca, serta potensinya untuk mendorong pilihan hidup yang lebih ramah lingkungan.

Tahun ini, pesan dan poster perayaan dipilih melalui kompetisi nasional di Siprus yang melibatkan penulis dan ilustrator terkemuka. Semua karya dikirim secara anonim ke sekitar 20 sekolah, dengan identitas pengarang baru dibuka setelah penghitungan suara selesai.

Puisi untuk Hari Buku Anak Sedunia 2026 ditulis oleh Elena Perikleous, sedangkan poster dibuat oleh Sandra Elephteriou.

Selamat Hari Buku Anak Sedunia 2026, detikers!

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(crt/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads