Ada fenomena banyak orang jatuh sakit setelah merayakan Lebaran. Apa ya sebabnya?
Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH menjelaskan mengapa hal ini bisa terjadi. Menurutnya, penyakit yang kambuh pasca Lebaran adalah akibat dari pola makan yang tidak terkendali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Balas Dendam' Makan
Setelah berpuasa sebulan penuh, momen Lebaran seringkali dijadikan 'balas dendam' kuliner. Makanan bersantan seperti opor dan rendang menjadi pilihan-piliha utama untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Menurut Prof Ari, banyak masyarakat mulai mengabaikan pantangan makan saat berkumpul bersama keluarga. Pola makan yang selama Ramadan dijaga ketat, tiba-tiba berubah menjadi konsumsi dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
"Yang sudah dijaga, terutama jeroan dan seafood, akhirnya dikonsumsi berlebihan sehingga asam uratnya kambuh," jelas pakar penyakit pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu dalam detikHealth, dikutip Jumat (27/3/2026).
Lonjakan kadar asam urat ini ditandai dengan nyeri sendi yang hebat di area kaki.
Risiko Kue dan Camilan Manis
Selain jeroan, hidangan kue-kue kering yang mengandung cokelat dan keju juga menjadi ancaman bagi sistem pencernaan. Menurut Prof Ari, jenis makanan-makanan ini adalah pemicu utama gangguan lambung.
"Kita tahu makanan yang mengandung cokelat dan keju itu banyak saat Lebaran. Akhirnya, penyakit mag atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) mereka kambuh lagi," tuturnya.
Lemak yang tinggi dalam keju dan kandungan kafein/teobromin pada cokelat dapat membuat katup lambung menjadi rileks. Nantinya, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan
