Kena Post Holiday Blues Usai Lebaran? Ini 6 Cara Mengatasinya

ADVERTISEMENT

Kena Post Holiday Blues Usai Lebaran? Ini 6 Cara Mengatasinya

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Rabu, 25 Mar 2026 06:30 WIB
Ilustrasi tidur siang
Foto: iStock/fizkes/Ilustrasi lelah usia liburan
Jakarta -

Libur panjang setelah Lebaran sebentar lagi berakhir dan semua aktivitas akan kembali seperti biasa. Meski sudah terbiasa menjalankan rutinitas harian, sebagian orang akan merasa "post-holiday blues" setelah libur Lebaran. Apa itu?

Post-holiday blues merupakan fenomena ketika seseorang merasa kehilangan semangat dan motivasi untuk kembali ke rutinitas sebelum liburan. Beberapa faktor di antaranya adalah emosi yang tidak stabil, stres finansial, ekspektasi liburan yang tidak terpenuhi, serta rasa lelah selama libur.

Menurut dosen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Uswatun Hasanah, penyebabnya bisa jadi karena harus berpisah dengan keluarga, atau harus kembali pada rutinitas yang monoton. Maka tidak jarang orang kesulitan untuk beradaptasi lagi dengan aktivitas sehari-hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Umumnya, orang yang mengalami kesedihan pasca libur panjang akan terlihat murung, demotivasi, sulit berkonsentrasi, mengalami perubahan pola tidur, dan mengalami perubahan nafsu makan. Namun, post-holiday blues atau kesedihan pasca liburan hanya bersifat sementara.

"Beberapa orang juga dapat mengalami gejala fisik seperti kelelahan atau sakit kepala akibat stres yang dialami,"ujar Uswatun, dikutip dari laman UM Surabaya, Selasa (24/3/2026).

ADVERTISEMENT

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

6 Cara Mengatasi Post Holiday Blues Pasca Lebaran

1. Menerima Perasaan yang Dialami dengan Terbuka

Hal pertama yang harus disadari adalah perasaan kurang motivasi setelah libur termasuk hal yang wajar, karena setiap orang pasti pernah mengalaminya. Maka, jangan biarkan perasaan tersebut lantas menghakimi pribadi kita.

Jika pengalaman selama liburan dianggap buruk dan terlalu pahit, kita dapat menuliskannya dalam sebuah jurnal harian. Karena menulis dapat membantu pengolahan emosi seseorang.

2. Tetap Aktif secara Fisik

Psikoterapis asal Amerika Serikat, Dr. Stephanie Moulton Sarkis, PhD, mengatakan bahwa olahraga terbukti dapat meningkatkan suasana hati. Aktivitas fisik meningkatkan kadar dopamin dan serotonin di otak, yang keduanya dapat mengurangi perasaan sedih dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

"Jika Anda kesulitan memotivasi diri untuk bergerak, cobalah berolahraga dengan cara yang menyenangkan dan bukan seperti tugas yang membosankan," ucapnya, dikutip dari Psychology Today.

3. Lakukan Reminiscence

Reminiscence merupakan salah satu bentuk psikoterapi yang mendorong seseorang untuk mengingat-ingat pengalaman menyenangkan. Kadar stres akan menurun saat memori kita mengulang kembali momen bahagia yang pernah dialami sebelumnya. Kegiatan ini dapat dilakukan secara mandiri atau berkelompok, seperti keluarga atau peer group.

"Sharing cerita-cerita menarik dan pengalaman positif yang dilalui selama liburan dengan orang-orang terdekat dapat membantu memperpanjang kebahagiaan tersebut dan mengurangi perasaan sedih," jelas Uswatun.

4. Fokus pada Kesehatan dan Keuangan Pribadi

Bagi sebagian orang, momen liburan sering kali menguras dompet dan menimbulkan stres. Maka dari itu, penting untuk menata kembali keuangan setelah liburan berakhir.

Maka, fokuslah untuk melunasi utang dan menyusun anggaran pada bulan-bulan selanjutnya. Tips dan caranya bisa dicari lewat video youtube, artikel, hingga diskusi dengan teman. Saat seseorang memiliki tujuan yang jelas, kecemasannya akan berkurang.

Untuk rencana liburan selanjutnya, mungkin dapat beralih ke aktivitas sederhana dengan pengeluaran yang lebih sedikit. Misalnya, mengunjungi taman kota yang gratis, mengikuti kegiatan komunitas, atau mencoba hobi baru dengan modal yang terjangkau.

5. Tetap Terhubung dengan Orang Lain

Perasaan terisolasi yang kerap muncul setelah liburan dapat meningkatkan kesedihan seseorang. Meski merasa sangat lelah, tetaplah menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja.

Langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjalin hubungan adalah dengan melakukan panggilan. Cara tersebut memungkinkan kita untuk tetap terhubung dengan orang terdekat meski jarak memisahkan.

Menjaga hubungan dengan orang lain dapat mengurangi kesepian karena mendapat dukungan emosional. Jadi, jangan ragu untuk menghubungi kerabat dan sahabat kapan pun dan di mana pun.

6. Mengubah Pola Pikir

Sebenarnya, masa setelah liburan adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan kebiasaan, serta kembali bertumbuh. Mengubah perspektif pada dasarnya dapat dilakukan dengan bersyukur.

Rasa syukur dapat diungkapkan lewat menulis. Cara ini cukup efektif untuk merenungi apa yang telah lampau dan bagaimana ke depannya.

Kegiatan positif dapat membawa kita ke arah hidup yang lebih baik juga. Namun, penting diingat bahwa tantangan akan selalu hadir di dalam kehidupan.

Demikian cara mengatasi kesedihan pasca liburan yang sering dialami setiap orang kala liburan usai. Tidak perlu khawatir saat menghadapinya, karena gejalanya akan berkurang seiring berjalannya waktu.

"Jika merasa kesulitan mengatasi perasaan sedih atau gejalanya menetap lebih dari 2 minggu atau bahkan 1 bulan, disarankan agar segera mencari bantuan dari profesional kesehatan mental," tandas Uswatun.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(sls/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads