Selama ini kita sering mendengar kalau pemanasan global hanya membawa kabar buruk bagi Bumi. Namun penelitian baru menemukan, tanah di lahan gambut justru bisa semakin subur.
Studi dari Chinese Academy of Sciences dan University of Helsinki justru menemukan bahwa di kawasan dingin utara, ada jenis lahan gambut berlumut bernama Sphagnum peatlands yang malah semakin subur saat suhu naik. Para peneliti mengatakan bahwa pemanasan tidak selalu berarti kehilangan karbon di tanah.
Di tempat-tempat lembap seperti lahan gambut Sphagnum, suhu yang lebih hangat justru bisa membantu tanah menyimpan lebih banyak karbon, demikian kata peneliti. Bahkan, dalam beberapa kasus bisa menyeimbangkan sebagian besar karbon yang hilang dari hutan dan tundra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lumut Kecil Berdampak Besar
Lumut Sphagnum ternyata punya peran luar biasa. Saat suhu naik, lumut ini tumbuh lebih cepat dan menghasilkan senyawa alami yang memperlambat kerja mikroba pengurai. Hasilnya, karbon yang tersimpan di tanah jadi lebih aman dan tidak mudah lepas ke udara.
"Temuan kami menunjukkan peran penting Sphagnum peatlands dalam menahan pelepasan karbon dari ekosistem boreal di masa depan," kata Prof. Feng Xiaojuan, peneliti utama studi ini, dikutip dari Phys.org.
Selain itu, lumut ini juga membantu tanah mengikat karbon lewat zat besi aktif yang terbentuk di sekitarnya. Ibarat "penjaga karat", lumut ini membuat karbon menempel kuat di tanah dan tidak mudah menguap kembali ke atmosfer.
Harapan dari Tanah Dingin
Meski terdengar kecil, efeknya cukup besar. Peneliti memperkirakan peningkatan penyimpanan karbon dari lahan gambut ini bisa menutupi hampir setengah dari kehilangan karbon akibat pemanasan global di hutan utara.
"Lahan gambut ini mungkin jadi penyelamat diam-diam yang membantu menyeimbangkan sistem iklim Bumi," ujar Dr. Yunpeng Zhao, salah satu penulis penelitian.
Temuan ini memberi harapan baru bahwa alam punya cara unik untuk beradaptasi. Siapa sangka, di tengah pemanasan global, lumut kecil dari daerah dingin bisa jadi penjaga karbon alami bagi planet kita.
Ilmu Pengetahuan Dapat Ubah Cara Kita Melihat Alam
Selama ini, banyak orang berpikir pemanasan global pasti membuat semua wilayah di Bumi kehilangan karbon. Namun, tidak semua ekosistem bereaksi dengan cara yang sama.
Penelitian ini menunjukkan adanya lahan gambut berlumut justru bisa bertahan dan menyimpan lebih banyak karbon saat suhu naik. Hal ini sekaligus membuktikan betapa kompleksnya cara alam bekerja.
Lahan gambut yang lembap dan kaya lumut bisa berfungsi seperti spons raksasa yang menahan karbon agar tidak lepas ke udara. Temuan ini juga membuka cara pandang baru, yaitu solusi untuk perubahan iklim bisa datang dari tempat yang sederhana, bahkan dari lumut kecil di tanah beku.
Hasil studi dalam tulisan ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Ecology and Evolution dengan judul "Warming enhances soil carbon accumulation in boreal Sphagnum peatlands", 9 Februari 2026.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(rhr/faz)











































