Cuaca Panas Terik, Suhu di Daerah Ini Tembus 35 Derajat C

Cuaca Panas Terik, Suhu di Daerah Ini Tembus 35 Derajat C

Trisna Wulandari - detikEdu
Minggu, 15 Mar 2026 17:00 WIB
Cuaca Panas Terik, Suhu di Daerah Ini Tembus 35 Derajat C
Suhu maksimum harian di Indonesia tembus 35°C. Indeks UV juga tinggi di daerah wisata, hindari paparan sinar Matahari pada jam puncak. Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin
Jakarta -

Di tengah cuaca panas terik, suhu maksimum harian di berbagai daerah di Indonesia tembus 35°C. Pengamatan dari stasiun Halim Perdana Kusuma TNIAU, Jakarta Timur menunjukkan suhu mencapai 35,6 °C.

Angka tersebut diperoleh dari pengamatan pada 14 Maret 2026 pukul 07.00 WIB sampai 15 Maret 2026 pukul 07.00 WIB. Dilaporkan Direktorat Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam unggahan resminya, Minggu (15/3/2026) pukul 11.37 WIB, berikut data pengamatan dari berbagai stasiun di daerah-daerah Indonesia:

Suhu Maksimum Harian di Indonesia

1. Halim Perdana Kusuma TNIAU, Jakarta Timur, DKI Jakarta: 35,6°C

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Balai Besar MKG Wilayah II, Ciputat, Banten: 35,5 °C

3. Stasiun Klimatologi (Staklim) Banten, Tangerang, Banten: 35,4°C

ADVERTISEMENT

4. Stasiun Meteorologi (Stamet) Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah: 35,2 °C

5. Stamet Pangsuma, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat: 35,2°C

6. Stamet Iskandar, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah: 35,2°C

7. Stamet Nangapinoh, Melawi, Kalimantan Barat: 34,8°C

8. Stamet H. Asan, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah: 34,6°C

9. Stamet Tanah Merah, Boven Digoel, Papua: 34,6 °C

10. Stasiun Geofisika (Stageof) Deli Serdang, Deli Serdang, Sumatera Utara: 34,5°C

11. Stamet Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat: 34,5°C

12. Stamet Maritim Serang, Serang, Banten: 34,4°C

13. Stamet Tebelian, Sintang, Kalimantan Barat: 34,4°C

14. Haluoleo TNIAU, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara: 34,2°C

15. Stamet Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur: 34,1°C

16. Stamet Budiarto, Curug, Banten: 34,1°C

17. Stamet Andi Jemma, Luwu Utara, Sulawesi Selatan: 34,1°C

18. Stamet Maritim Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur: 34,0°C

19. Stamet Maritim Panjang, Bandar Lampung, Lampung: 34,0°C

20. Stamet Beringin, Barito Utara, Kalimantan Tengah: 33,9°C

Indeks UV Bahaya Tinggi-Ekstrem di Jalur Wisata Lebaran

Indeks ultraviolet (UV) pada jalur wisata Lebaran, Minggu (15/3/2026) sebelumnya juga diperkirakan masuk kategori bahaya tinggi, sangat tinggi, dan ekstrem. Warga diminta berhati-hati untuk menjaga tubuh.

Indeks UV adalah skala intensitas radiasi UV Matahari yang mengukur risiko kerusakan kulit dan mata. Kategori indeks UV yaitu 0-2 bahaya rendah, 3-5 bahaya sedang, 6-7 bahaya tinggi, 8-10 bahaya sangat tinggi, dan 11+ ekstrem.

Beberapa daerah dengan risiko UV ekstrem yaitu:

  • Jakarta: pukul 11.00-12.00 WIB
  • Serang: pukul 11.00-13.00 WIB
  • Bandung: pukul 11.00-12.00 WIB
  • Banda Aceh: pukul 11.00-13.00 WIB
  • Tanjung Pinang: pukul 10.00-11.00 WIB
  • Medan: pukul 11.00-12.00 WIB

Sejumlah daerah juga secara umum berisiko dengan indeks UV kategori bahaya tinggi, bahaya sangat tinggi, dan/atau bahaya ekstrem, mulai dari sekitar pukul 09.00 WIB sampai 14.00 WIB. Berikut daftarnya:

  • Banda Aceh
  • Medan
  • Padang
  • Pekanbaru
  • Tanjung Pinang
  • Jambi
  • Pangkal Pinang
  • Palembang
  • Bengkulu
  • Lampung
  • Serang
  • Jakarta
  • Bandung
  • Semarang
  • Yogyakarta
  • Surabaya
  • Gilimanuk
  • Negara
  • Gerokgan
  • Singaraja
  • Tabanan
  • Bangli
  • Tianyar Barat
  • Amlapura
  • Nusa Penida
  • Denpasar
  • Kuta Selatan
  • Uluwatu

Tips Hindari Bahaya Sinar UV Matahari

  • Sebisa mungkin batasi aktivitas outdoor pukul 10.00-16.00 WIB, yang merupakan jam puncak radiasi UV Matahari
  • Pilih lokasi teduh atau beratap saat Matahari terbit
  • Pakai perlindungan tubuh seperti pakaian tertutup dan longgar, topi lebar, kacamata hitam anti-UV saat berkegiatan
  • Oles tabir surya (sunscreen) broad spectrum SPF 30+ merata; oles ulang setiap 2 jam, setelah berenang, atau berkeringat, meskipun sudah mendung.

Kenapa Cuaca Panas Beberapa Hari Belakangan

Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani mengatakan cuaca terasa lebih panas beberapa hari ini lantaran sinar matahari yang kuat menyorot tanpa terhalang tutupan awan yang merata pada siang hari.

Ida menambahkan, berbagai daerah juga saat ini sedang mengalami peralihan musim. Akibat itu, cuaca pagi hingga siang hari terasa lebih terik, meskipun hujan diprediksi tetap akan turun hingga periode Lebaran 2026.

"Karakteristik masa peralihan musim, di mana cuaca pada pagi hingga siang hari cenderung lebih terik, namun pada sore atau malam hari masih berpotensi terjadi hujan lokal," ucapnya, dilansir oleh detikNews, Sabtu (14/3/2026).

Ia mengingatkan, BMKG juga memprediksi musim kemarau 2026 akan hadir lebih awal di beberapa daerah di Indonesia mulai April (114 zona musim/16,3% ZOM), dimulai dari kawasan Nusa Tenggara ke wilayah lain, termasuk Jawa. Sebanyak 184 ZOM (26,3%) menyusul pada Mei dan 163 ZOM (23,3%) pada Juni 2026.

"Pada saat ini, musim kemarau sudah memasuki beberapa wilayah di Pulau Jawa, sehingga pola cuaca didominasi kondisi cerah hingga berawan tebal, namun masih terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa daerah," urainya.




(twu/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads